Pilpres 2024
Survei LSI: 19,5 Persen Publik Tidak Percaya Pilpres 2024 Satu Putaran
Berikut hasil Survei LSI terkait Pilpres 2024, sebanyak 19,5 persen publik tidak percaya pilpres satu putaran.
TRIBUNKALTIM.CO - Berikut hasil Survei LSI terkait Pilpres 2024, sebanyak 19,5 persen publik tidak percaya pilpres satu putaran.
Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan 19,5 persen publik tidak percaya pilpres satu putaran untuk kemenangan Prabowo-Gibran.
Sedangkan, 75,1 persen publik percaya pilpres berlangsung satu putaran dan sisanya 5,4 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.
Kepercayaan publik terhadap pilpres satu putaran didominasi oleh pemilih Prabowo-Gibran sebesar 71,6 persen.
Baca juga: Survei LSI: Ganjar-Mahfud tak Mampu Pertahankan Loyalitas Pemilih PDIP, Pindah Haluan Dukung Prabowo
Meski begitu, LSI menemukan bahwa terdapat sebagian kecil pemilih Prabowo-Gibran yang mencapai 17,3 persen tidak meyakini pemilihan presiden (pilpres) hanya berlangsung satu putaran sebagaimana diprediksi hasil hitung cepat berbagai lembaga survei.
Berdasarkan hasil temuan dalam survei pascapemilu (post-election survey) yang dilakukan LSI pada 19-21 Februari 2024, jumlah pemilih Prabowo-Gibran yang tidak percaya pilpres cukup satu putaran mencapai 17,3 persen.
"(Sisa) 82-an persen dari yang tidak percaya bahwa pemilu itu berlangsung satu putaran, mereka adalah pemilih 01 dan 03," kata Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, dalam rilis temuan mereka pada Minggu (24/2/2024), secara daring.
Sementara itu, hanya 14,7 persen pendukung capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin Iskandar dan 13,7 persen pendukung capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud MD yang meyakini pilpres akan berlangsung satu putaran.
Berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei ternama, Prabowo-Gibran diprediksi menang satu putaran pada Pilpres 2024 dengan perolehan suara mencapai 57-59 persen.
Angka ini jauh melampaui dua kompetitor mereka.
Anies-Muhaimin diprediksi hanya meraup 24-26 persen suara.
Sedangkan Ganjar-Mahfud diprediksi cuma mendapatkan 15-17 persen suara.
Publik Percaya Real Count Versi Survei LSI
Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebut bahwa sebagian besar publik percaya pada hasil penghitungan suara resmi atau real count yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hal ini merupakan salah satu hasil temuan dalam survei pascapemilu (post-election survey) yang mereka gelar pada 19-21 Februari 2024.
Kepercayaan ini juga timbul termasuk pada kalangan yang mengaku tidak tahu hasil real count KPU.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240210_survei-capres-2024-terbaru_masa-tenang_polling-ilc-najwa-shihab_elektabilitas_Pilpres.jpg)