Astronomi
Ada Apa dengan Tanggal 29 Februari yang Hanya Ada 4 Tahun Sekali? Alasan Ada Tahun Kabisat
Ada apa dengan tanggal 29 Februari yang hanya ada 4 tahun sekali? Alasan ada tahun kabisat lengkap sejarahnya.
Penulis: Aro | Editor: Christoper Desmawangga
TRIBUNKALTIM.CO - Ada apa dengan tanggal 29 Februari yang hanya ada 4 tahun sekali?
Hari ini, Kamis 29 Februari 2024 adalah hari kabisat yang merupakan penanda Tahun Kabisat.
Mengapa 29 Februari hanya ada empat tahun sekali?
Simak sejarah dan pengertian Kabisat yang terjadi setiap 4 tahun sekali.
Baca juga: Sejarah 29 Februari: Melacak Jejak Hari Kabisat yang Hanya Muncul 4 Tahun Sekali
Baca juga: Terjawab Tahun Kabisat Terjadi Setiap Kapan, Cek Pengertian dan Cara Mengetahui atau Menghitungnya
Baca juga: Mengapa Februari Hanya 28 Hari? Sejarah Penetapan Kalender Romawi hingga Fakta Tahun Kabisat
Diketahui, Hari Kabisat jatuh pada tanggal 29 Februari 2024.
Tanggal 29 Februari adalah "hari kabisat" dalam kalender Gregorius, yaitu hari ekstra yang ditambahkan pada akhir bulan Februari pada setiap 4 tahun sekali.
Lantaran hanya ada empat tahun sekali maka banyak orang yang lahir pada tanggal 29 Februari merayakan ulang tahunnya tanggal 28 Februari.
Ridwan Abdullah (206) dalam bukunya menuturkan kalender yang dipakai pada masa sekarang ini adalah kalender Gregorian.
Sejarah tahun kabisat
Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, mengutip Live Science, Selasa (9/1/2024) gagasan tentang tahun kabisat sudah ada sejak tahun 45 SM.
Ini bermula ketika kaisar Romawi Kuno Julius Caesar menetapkan kalender Julian yang terdiri dari 355 hari yang dipisahkan menjadi 12 bulan dan masih kita gunakan dalam kalender Gregorian sekarang ini.
Kalender Julian mencakup tahun kabisat setiap empat tahun tanpa kecuali dan disinkronkan dengan musim di Bumi pada tahun 46 SM.

Tahun kabisat itu menurut University of Houston terdiri dari 15 bulan dengan total 445 hari.
Selama berabad-abad, tampaknya kalender Julian bekerja dengan sempurna.
Baca juga: Jadwal Fenomena Langit pada Tahun 2024: Supermoon, Minimoon, hingga Jarak Terdekat Bumi-Bulan
Namun pada pertengahan abad ke-16, para astronom memperhatikan bahwa musim dimulai sekitar 10 hari lebih awal dari perkiraan ketika hari libur penting, seperti Paskah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.