Berita Samarinda Terkini
Walikota Andi Harun Minta Paguyuban di Samarinda tak Terlibat dalam Politik Praktis
Paguyuban etnis memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi suatu kelompok masyarakat di Kota Samarinda.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Paguyuban etnis memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi suatu kelompok masyarakat di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Namun, dalam era politik yang semakin kompleks ini, terdapat kekhawatiran bahwa paguyuban etnis dapat terseret ke dalam ranah politik praktis.
Tentu saja tindakan tersebut berpotensi memicu konflik sosial dan pertikaian antarmasyarakat bernuansa SARA (suku, agama, ras dan antar golongan).
Demikian dipaparkan oleh Walikota Samarinda, Andi Harun saat berbincang dengan TribunKaltim.co pada Selasa (5/3/2024) di Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca juga: Menteri Abdullah Azwar Anas di Paser, Beber Seribu ASN Siap Dipindahkan ke IKN Nusantara
Karena itu, Andi Harun mengingatkan para paguyuban di Kota Samarinda untuk tetap berfokus pada kegiatan sosial dan budaya, serta menjauhi keterlibatan dalam politik praktis.
"Kita harus menjaga keguyuban para warga dengan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis, mengingat aspirasi dan pandangan politik setiap warga pasti beragam," ungkap Walikota Andi Harun.
Meskipun demikian, pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan ini menyatakan bahwa paguyuban tetap dapat berkontribusi dalam merespon isu-isu politik.
Seperti kemiskinan dan pembangunan infrastruktur ekonomi dengan memberikan saran dan pandangan yang dapat menjadi bahan kajian dalam proses pengambilan kebijakan publik.
"Tapi untuk terlibat partai politik, sebaiknya tidak. Supaya keutuhan kewargaan di dalam internal paguyuban itu terus terjaga," katanya.
Baca juga: Walikota Andi Harun Bersama Jokowi Resmikan Terminal Tipe A Samarinda Seberang
"Sehingga bisa kemudian lebih fokus untuk mengurusi masalah-masalah yang dihadapi oleh warga," bebernya.
Lebih lanjut, Andi Harun menekankan paguyuban harus berfokus pada memberikan pengayoman kepada warga yang membutuhkan sambil terus mengembangkan seni budaya sebagai bagian dari kekayaan warisan leluhur.
Ia berharap, agar paguyuban di Kota Samarinda dapat mengikuti jejak tersebut dengan menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya lokal sebagai kekuatan bagi pembangunan kota.
Dengan demikian, paguyuban tetap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Samarinda tanpa terperangkap dalam dinamika politik praktis.
"Harus kita jaga supaya menjadi kekuatan bagi penguatan kegiatan pembangunan di kota ini," tutupnya.
(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240305_Andi-Harun-Ingatkan-Paguyuban-Samarinda.jpg)