Jumat, 1 Mei 2026

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik Pimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 22 Pemkab PPU

Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Penajam Paser Utara.

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab PPU
HUT 22 PPU - Upacara HUT ke 22 Penajam Paser Utara, Minggu (10/3/2024). Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara mengatakan kini Kabupaten Penajam Paser Utara sudah berusia 22 tahun tentunya sangat berbeda dari yang sebelumnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik menjadi pemimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Penajam Paser Utara ke-22 pada Minggu (10/3/2024).

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat saat pembacaan sejarah singkat terbentuknya Kabupaten Penajam Paser Utara yang dibacakan oleh Ketua Tim Sukses Pemekaran Kabupaten Harimuddin Rasyid.

Akmal Malik dalam sambutannya saat menjadi inspektur upacara mengatakan kini Kabupaten Penajam Paser Utara sudah berusia 22 tahun tentunya sangat berbeda dari yang sebelumnya.

Apalagi kini mendapat kepercayaan dan kehormatan dari Presiden dan Pemerintah sebagai ibu kota negara baru Republik Indonesa, lbu Kota Nusantara atau IKN Nusantara.

"Diusianya yang ke 22 tahun ini, PPU telah menjadi Serambinya Nusantara sebagai daerah yang menjadi sentral dan penyangga IKN," ungkap Akmal Malik

Baca juga: Dampak Pembangunan IKN Nusantara, Harga Tiket Pesawat Mahal, Aktivitas Ekonomi Tinggi

Karenanya, ia mengatakan peringatan hari jadi PPU yang mengangkat tema "Bersama Membangun Serambi Nusantara Menuju Masyarakat Madani."

Hal ini sangat selaras dengan hadirnya IKN Nusantara di sebagian wilayah Penajam Paser Utara. 

"PPU telah menyatakan diri sebagai Serambi Nusantara sehingga ini suatu berkah dan tantangan kedepan. PPU harus bertransformasi, khususnya dalam pembangunan SDM," jelasnya.

REFORESTASI IKN NUSANTARA - Ilustrasi pembangunan di kawasan IKN Nusantara. OIKN sebut hanya sisa 23 persen wilayah di IKN Nusantara yang perlu direforestasi menjadi hutan tropis.
REFORESTASI IKN NUSANTARA - Ilustrasi pembangunan di kawasan IKN Nusantara. OIKN sebut hanya sisa 23 persen wilayah di IKN Nusantara yang perlu direforestasi menjadi hutan tropis. (Kementerian PUPR)

Lebih lanjut, dengan menjadi serambinya Nusantara, maka konsukensinya menuntut untuk mendukung IKN Nusantara, menjaga dan membelanya.

"Maka PPU harus segera berbenah, bekerja keras membangun dan mengubah diri agar lebih baik, maju dan sejahtera khususnya untuk masyarakat PPU," sambungnya.

Baca juga: Myrna A Safitri Klaim Lokasi IKN Nusantara Bekas Tanaman Industri, Kini Rehabilitasi jadi Hutan

Akmal menekankan sebagai mitra IKN, sudah saatnya Pemerintah dan rakyat PPU bersama-sama memacu diri segera menyesuaikan dengan berbagai percepatan yang ada dan utamanya tidak tertinggal seiring kemajuan dan perkembangan IKN Nusantara.

Senada dalam sambutan Pj Bupati PPU, Makmur Marbun mengajak seluruh elemen masyarakat PPU terus bersemangat membangun daerah hasil pemekaran Kabupaten Paser pada 22 tahun silam yang kini menjadi bagian dari IKN Nusantara

"Mari bersama-sama untuk mendukung IKN, menjaga dan membelanya. Maka kita berkomitmen untuk terus melakukan percepatan, berbenah, bekerja keras membangun dan mengubah diri agar lebih baik, maju dan sejahtera khususnya bagi masyarakat PPU," ujarnya.

Sebagai mitra IKN, lanjut Marbun menjelaskan sudah saatnya pemerintah dan rakyat PPU bersama-sama memacu diri.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Penajam Paser Utara untuk terus bersemangat membangun daerah yang kini sudah berusia 22 tahun dan banyak mengalami kemajuan dan perkembangan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved