Rabu, 15 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Sederet Insiden Pelayaran di Muara Pegah, Pelaut Minta KSOP Samarinda Cepat Bertindak

Insiden pertama menimpa Kapal Landing Craft Tank (LCT) Delta AA3 yang tenggelam pada Kamis (29/3/2024) lalu

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
KAPAL TENGGELAM - Potret TB Danny 60 dan tongkang yang ditariknya yang sampai saat ini kandas di Buoy 5, Muara Pegah, Kukar.TRIBUNKALTIM.CO/HO/Crew Kapal 

TRIBUNKALTIM. CO, SAMARINDA - Insiden kandasnya kapal yang melalui buoy 5 di Muara Pegah, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur kembali terjadi.

Insiden pertama menimpa Kapal Landing Craft Tank (LCT) Delta AA3 yang tenggelam pada Kamis (29/3/2024) lalu.

Karena hal itu Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda akhirnya mengeluarkan edaran kepada para crew kapal untuk menghindari area kejadian.

Dari informasi yang Tribunkaltim.co peroleh, kapal LCT itu tengah membawa sejumlah alat berat yang seluruhnya tenggelam di perairan tersebut.

Teranyar pada Minggu (10/3/2024) lalu Tug Boat (TB) Danny 60 dikabarkan terkena imbas dari alat berat yang tenggelam dan tak kunjung dievakuasi tersebut.

Baca juga: Kapal Tenggelam di Donggala, BPBD Bontang Sedang Mencari Identitas 5 Nelayan yang Ditemukan Selamat

Baca juga: Siapa Ayu Anjani? Aktris Drama Korban Kapal Tenggelam Labuan Bajo, Ibu dan Adik Tewas Tenggelam

Akibatnya sampai saat ini kapal berkelir biru itu mengalami kebocoran dan kandas bersama tongkang 300 feet yang ditariknya.

"Kapal (TB Danny 60) itu bocor karena terkena alat berat (muatan LCT Delta AA3) yang tenggelam itu dan belum diangkat," beber Samy (40), salah satu crew kapal yang melintas.

Sampai saat ini belum ada pergerakan dari kapal yang kandas tersebut.

Sejumlah kapal yang melewati buoy 5 juga terkena imbasnya.

Beberapa di antaranya bahkan mengalami kandas akibat berupaya menghindari TB dan tongkangnya tersebut.

Samy mengatakan alur pelayaran di buoy 5 cukup lebar namun dangkal. Apalagi karena masih ada kapal yang kandas tepat di pertengahan alur, akhirnya mereka harus bersabar menunggu pasang air agar bisa mencari alur lain untuk melanjutkan pelayaran.

"Kami berharap KSOP atau siapa yang berwenang di bidang itu bisa segera menangani. Karena sangat riskan terjadi insiden selanjutnya apabila kapal kandas dan alat berat yang tenggelam itu tidak segera diangkat," harap Samy.

Baca juga: Basarnas Balikpapan Kembali Evakuasi Korban Kapal Tenggelam yang Terjebak di Dek Kapal

Pewarta inipun mencoba mengkonfirmasi mengenai langkah yang akan dilakukan KSOP Samarinda untuk menangani persoalan tersebut namun belum mendapatkan tanggapan pasti.

"Kami sudah dapat informasinya. Tapi silahkan ke kantor karena itu ranah pimpinan (Kepala KSOP) untuk menjelaskan," singkat Kasi Patroli KSOP Samarinda, Kapten Sahrun kepada Tribunkaltim.co, Selasa (12/3/2024) petang ini. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved