Berita Viral

Nasib Bidan Mega Bikin Kepala Bayi Putus Tertinggal dalam Rahim Ibu di Bangkalan, Penjelasan Dinkes

Nasib Bidan Mega bikin kepala bayi putus tertinggal dalam rahim ibu di Bangkalan, Jawa Timur,  keluarga korban tak tinggal diam.

|
Tangkap Layar Kompas TV
Pengakuan Mukarrohmah, ibu di Bangkalan, Madura yang saat lahiran, kepala bayi putus dan tertinggal di rahim. Video pengakuannya menjadi viral. Nasib Bidan Mega bikin kepala bayi putus tertinggal dalam rahim ibu di Bangkalan, Madura,  keluarga korban tak tinggal diam. 

TRIBUNKALTIM.CO – Nasib Bidan Mega bikin kepala bayi putus tertinggal dalam rahim ibu di Bangkalan, Jawa Timur,  keluarga korban tak tinggal diam.

Bidan Mega kini menjadi sorotan.

Ia merupakan bidan yang membantu proses ibu hamil yang akan melahirkan, Mukarrohmah.

Namun, dalam prosesnya kemudian sang bayi meninggal dunia dan kepalanya terputus dan tertinggal di dalam rahim sang ibu.

Ini penjelasan dari ibu sang bayi, Mukarrohmah dan Dinas Kesehatan Bangkalan soal kasus ini.

Baca juga: Viral Kasus Kepala Bayi Tertinggal di Rahim saat Melahirkan, Pengakuan Ibu, Kata Kadinkes Bangkalan

Baca juga: Viral Pengakuan Ibu di Madura, Saat Lahiran Kepala Bayi Putus dan Tertinggal di Rahim, Kronologinya

Baca juga: 4 Fakta Pilot - Kopilot Batik Air Tidur Selama 28 Menit, Lelah Urus Bayi hingga Kesaksian Penumpang

Kini, bidan Mega yang membuat kepala bayi putus dan tertinggal dalam rahim ibu dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga.

Untuk diketahui, kasus kepala bayi tertinggal dalam rahim ibu di Bangkalan jadi sorotan belakangan ini.

Peristiwa nahas itu diketahui tersebut terjadi di Puskesmas Kedungdung Bangkalan, Madura, pada 4 Maret 2024, diduga ada malapraktik karena kelahiran seolah dipaksakan.

Awalnya ibu di Bangkalan datang ke Puskesmas dengan maksud meminta surat rujukan ke rumah sakit karena bayinya berada dalam posisi sungsang.

Namun, Mega, sang bidan, menganjurkan agar proses persalinan dilakukan di Puskesmas karena sudah terdapat bukaan empat.

Hasil pemeriksaan menurut Mukarromah, ibu sang bayi, kondisi bayi lemah namun masih hidup.

Mukkarromah, ibu di Bangkalan mengungkap sosok bidan yang menangani proses kelahirannya hingga bayinya meninggal dunia karena kepalanya tertinggal di rahim.
Mukkarromah, ibu di Bangkalan mengungkap sosok bidan yang menangani proses kelahirannya hingga bayinya meninggal dunia karena kepalanya tertinggal di rahim. (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Setelah itu dia diberikan suntikan pendorong, dan disuruh ngeden lagi.

Namun pilu, proses persalinan itu justru membuat kepala bayi Mukarromah terputus dan tertinggal di rahimnya.

"Terus saya tak bisa, tidak kuat, akhirnya patah badannya dan kepalanya di dalam (rahim)," tutur Mukarromah.

"Ditarik, saya tidak tahu soal dipotong apa enggak, tapi itu ditarik saya lihat bidannya pegang gunting sambil ditarik," jelas Mukarromah.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved