Berita Nasional Terkini

Sejarah 19 Maret: Hari Kelahiran Wage Rudolf Supratman, Pengarang Lagu Indonesia Raya

Sejarah 19 Maret: Hari kelahiran Wage Rudolf Supratman, pengarang lagu Indonesia Raya.

Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
Gramedia
SEJARAH 19 MARET - Ilustrasi. Hari kelahiran Wage Rudolf Supratman, pengarang lagu Indonesia Raya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sejarah 19 Maret mengingatkan kita pada hari kelahiran Wage Rudolf Supratman, seorang pengarang lagu Indonesia Raya.

Wage Rudolf Supratman atau biasa dikenal dengan W. R. Supratman ini merupakan seorang jurnalis dan seorang Pahlawan Nasional Indonesia.

Selain itu ia juga merupakan pencipta lagu Indonesia yang menulis lirik dan melodi lagu kebangsaan Indonesia , Indonesia Raya.

Baca juga: Sejarah 14 Maret: Hari Matematika Internasional

Baca juga: Sejarah 13 Maret: San Diego State University Didirikan Tepat 127 Tahun yang Lalu

Baca juga: Sejarah 8 Maret: Hari Wanita Internasional, Inilah 8 Tokoh Perempuan dalam Perdamaian dan Keamanan

Ayah W.R. Supratman adalah Sersan Djoemeno Senen Sastrosoehardjo, seorang tentara KNIL, dan ibunya bernama Siti Senen.

Supratman lahir dengan nama Wage pada tanggal 9 Maret 1903 di Somongari, Purworejo.

Beberapa bulan kemudian, ayahnya menambahkan nama Soepratman di belakang namanya dan menjelaskan bahwa ia lahir di Meester Cornelis, Batavia.

Supratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Kakak tertuanya bernama Rukiyem Supratiyah van Eldik.

Pada usia 6 tahun, ia masuk sekolah dasar Budi Utomo di Cimahi.

Setelah ayahnya pensiun, Supratman mengikuti kakaknya Rukiyem ke Makassar, di mana ia mulai bersekolah di Europeesche Lagere School (ELS) pada tahun 1914.

Pada tahun itu, Rudolf ditambahkan pada namanya, agar hak-haknya setara dengan orang Belanda.

Namun, ia diminta keluar dari sekolah tersebut setelah diketahui bahwa ia bukan keturunan Eropa.

Ia kemudian melanjutkan studinya ke sebuah sekolah bahasa Melayu.

Setelah kembali ke rumah, ia belajar bermain gitar dan biola.

Kakak iparnya, van Eldik, memberinya sebuah biola sebagai hadiah ulang tahun ketujuh belas pada tahun 1920.

Setelah lulus dari sekolah bahasa Melayu pada tahun 1917, Wage mengikuti kursus bahasa Belanda dan lulus pada tahun 1919.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved