Sejarah
Sejarah 19 Maret: Pertama Kali Pluto Diidentifikasi dan Terlihat di Tata Surya
Inilah sejarah 19 Maret yaitu pertama kali planet Pluto Diidentifikasi dan terlihat di tata surya.
Penulis: Dzakkyah Putri | Editor: Briandena Silvania Sestiani
TRIBUNKALTIM.CO - Pluto adalah planet kerdil yang terletak di luar orbit Neptunus dalam tata surya kita.
Planet ini awalnya dianggap sebagai planet kesembilan dalam sistem tata surya, namun pada tahun 2006, International Astronomical Union (IAU) mengklasifikasikannya sebagai planet kerdil.
Pluto memiliki diameter sekitar 2.377 kilometer, sekitar 1/6 dari diameter Bumi, dan masa yang sangat kecil dibandingkan dengan planet-planet utama lainnya.
Planet ini memiliki orbit yang sangat eksentrik dan cenderung miring terhadap bidang ekliptika, yang membuatnya memiliki karakteristik yang unik di antara planet-planet lainnya.
Karena orbitnya yang berbeda, ada periode di mana Pluto berada lebih dekat dengan Matahari daripada Neptunus, sebuah fenomena yang terjadi antara tahun 1979 dan 1999.
Baca juga: Sejarah 12 Maret: Coca-Cola dengan Kemasan Botol Kaca Pertama Kali Dijual di Dunia
Permukaan Pluto terdiri dari berbagai macam fitur geologis, termasuk dataran es, pegunungan es, dan kawah-kawah.
Pluto juga memiliki atmosfer tipis yang terutama terdiri dari nitrogen, dengan jejak metana dan karbon monoksida. Selain itu, Pluto memiliki lima satelit alami yang dikenal, dengan yang terbesar adalah Charon, yang relatif besar dan memiliki orbit yang hampir sejajar dengan Pluto.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut Inilah sejarah 19 Maret yaitu pertama kali planet Pluto Diidentifikasi dan terlihat di tata surya yang berhasil dikumpulkan TribunKaltim.co mengutip beberapa sumber.
Permulaan Pencarian
Pada akhir abad ke-19, para astronom mengamati bahwa orbit Uranus dan Neptunus menunjukkan gangguan yang tidak dapat dijelaskan oleh gravitasi planet-planet yang diketahui.
Percival Lowell, seorang astronom Amerika, berhipotesis bahwa ada planet kesembilan yang belum ditemukan yang menyebabkan gangguan tersebut.
Lowell mendirikan Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona pada tahun 1894 untuk mencari planet kesembilan ini, yang dia juluki "Planet X".
Baca juga: Sejarah 19 Maret: Meninggalnya Nike Ardilla Penyanyi Legendaris Indonesia Dalam Kecelakaan Mobil
Baca juga: Sejarah 14 Maret: Lahirnya Albert Einstein Ilmuan Terkenal Dunia, Biografi dan Prestasinya
Penemuan Pluto
Kehebohan terjadi di seluruh dunia ketika berita penemuan pertama kali pemotretan Pluto mengguncang para pengamat langit.
Observatorium Lowell di Flagstaff, Arizona, menjadi saksi dari momen sejarah ini ketika Clyde W. Tombaugh, seorang astronom amatir yang berbakat, berhasil mengabadikan gambar planet yang paling jauh dari Matahari ini.
Pencapaian Tombaugh ini memberikan penghormatan kepada teori lama yang diajukan oleh Percival Lowell pada tahun 1930-an tentang keberadaan sebuah planet kesembilan dalam tata surya kita.
Penemuan Pluto bukan hanya mengonfirmasi hipotesis Lowell, tetapi juga membuka pintu bagi pemahaman kita yang lebih dalam tentang alam semesta.
Teknologi yang inovatif digunakan oleh Tombaugh, menggabungkan pelat fotografi dengan mikroskop kedip, membantu dalam penemuan Pluto dan membawa kita lebih dekat ke arah pemahaman yang lebih baik tentang struktur dan dinamika tata surya kita.
Ketika berita tentang penemuan ini menyebar, minat publik terhadap ilmu astronomi meledak.
Orang-orang dari segala usia dan latar belakang mulai mengeksplorasi detail-detail menarik tentang Pluto dan tata surya secara keseluruhan.
Namun, kegembiraan seputar Pluto tidak berlangsung tanpa kontroversi.
Pada tahun 2006, ketika Uni Astronomi Internasional menyatakan Pluto sebagai planet kerdil, hal itu memicu perdebatan panjang tentang definisi sebenarnya dari sebuah planet.
Meskipun perdebatan tentang statusnya, Pluto tetap memegang peran penting dalam memahami asal-usul dan evolusi tata surya kita.
Penemuan ini menunjukkan bahwa masih banyak yang harus kita pelajari tentang alam semesta yang luas dan misterius di sekitar kita.
Wahana antariksa seperti New Horizons dari NASA menjadi pionir dalam menjelajahi Pluto secara langsung, membawa pulang gambar-gambar luar biasa dan data-data ilmiah yang memperkaya pengetahuan kita tentang dunia kerdil yang penuh misteri ini.
Selain itu, penemuan Pluto juga memperkuat peran masyarakat dalam penelitian sains.
Dari anak-anak hingga ilmuwan profesional, minat terhadap astronomi dan eksplorasi luar angkasa terus berkembang, mendorong kreativitas dan penemuan-penemuan baru.
Dengan Pluto, kita menyadari bahwa masih banyak rahasia yang tersimpan di luar sana, menunggu untuk dipecahkan oleh generasi-generasi masa depan.
Penemuan ini tidak hanya merayakan prestasi manusia dalam memahami alam semesta, tetapi juga menginspirasi kita semua untuk terus menjelajahi dan mengungkap misteri-misteri yang belum terpecahkan.
Status Pluto Saat Ini
Pluto masih menjadi objek yang menarik bagi para astronom.
Misi New Horizons NASA terbang melewati Pluto pada tahun 2015 dan memberikan informasi baru tentang planet kerdil ini.
Pluto memiliki lima bulan: Charon, Nix, Hydra, Kerberos, dan Styx.
Charon cukup besar untuk diklasifikasikan sebagai planet kerdil ganda bersama
Referensi
- History
- Science.Nasa. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240317_PLANET-PLUTO-DITEMUKAN.jpg)