Minggu, 3 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Setelah 300 Hari, Amerika Serikat Tarik Kapal Induk Terbesar di Dunia dari Perang Iran

Media AS melaporkan Amerika Serikat tarik kapal induk terbesar di dunia dari Perang Iran setelah 300 hari.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
Instagram usnavy
PERANG IRAN - Penampakan kapal induk AS,USS Gerald R Ford yang merupakan kapal induk terbesar di dunia yang diunggah di akun Instagram Angkatan Laut AS. Media AS melaporkan Amerika Serikat tarik kapal induk terbesar di dunia dari Perang Iran setelah 300 hari. (Instagram usnavy) 

Ringkasan Berita:
  • Kapal induk AS USS Gerald R Ford akan pulang ke Virginia pada Mei 2026.
  • Ford memecahkan rekor misi terlama pasca-Perang Vietnam selama 295 hari.
  • Misi kapal ini diwarnai penangkapan Maduro dan perang melawan Iran.
  • Pemerintah Trump menyatakan perang Iran berakhir lewat gencatan senjata.
  • AS menghindari batas waktu 60 hari Kongres dengan mengklaim perang usai.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Pada pertengahan Mei 2026, pangkalan asalnya di Virginia akan segera dikembalikan oleh kapal induk terbesar di dunia milik Amerika Serikat (AS), USS Gerald R Ford.

Berakhirnya masa penugasan bersejarah selama lebih dari 300 hari yang mencakup berbagai operasi militer besar ditandai oleh kepulangan kapal induk AS ini.

Ditariknya kapal induk AS Ford dari perang Iran dalam beberapa hari ke depan diungkapkan oleh sebanyak dua pejabat AS yang enggan disebutkan namanya.

Media AS, Washington Post sebelumnya telah melaporkan kabar mengenai pergerakan militer yang sensitif ini.

Baca juga: Trump Klaim Sumur Minyak Iran Meledak 3 Hari, Ghalibaf Balas Sindiran Menohok

Pecahkan rekor penugasan terlama

Rekor penugasan terlama bagi kapal induk AS di era pasca-Perang Vietnam baru saja dipecahkan oleh Ford, berdasarkan data yang dihimpun oleh US Naval Institute News.

Pelayaran selama hampir 10 bulan sudah dilakoni oleh kapal ini sejak bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk pada Juni 2025.

Rekor sebelumnya yang dipegang oleh USS Abraham Lincoln pada 2020, yakni bertugas selama 294 hari di tengah pandemi Covid-19, resmi dilampaui oleh Ford pada hari ke-295 di laut.

Meski demikian, durasi operasional Ford ini masih berada di bawah rekor era Perang Dingin yang dicatatkan USS Midway (332 hari pada 1972-1973) dan USS Nimitz (341 hari pada 2020-2021, termasuk masa isolasi darat).

Penangkapan Maduro hingga perang Iran

Perjalanan USS Gerald R Ford selama hampir setahun ini diwarnai oleh misi-misi krusial di berbagai belahan dunia.

Awalnya, pihak militer mengerahkan kapal ini ke Laut Mediterania, tetapi kemudian mengalihkannya ke Laut Karibia pada Oktober sebagai bagian dari penguatan kekuatan Angkatan Laut AS.

Di sana, operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, diikuti oleh Ford.

Tak lama berselang, seiring meningkatnya eskalasi di Timur Tengah, komando militer memerintahkan kapal ini menuju Laut Merah melalui Terusan Suez untuk berpartisipasi dalam rangkaian pertempuran melawan Iran.

Namun, operasional kapal sempat terhambat akibat insiden kebakaran di ruang cuci yang memaksa kapal dikembalikan ke Mediterania untuk menjalani perbaikan.

Dampaknya, ratusan pelaut sempat kehilangan tempat tidur mereka selama proses pemulihan kondisi kapal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved