Berita Bontang Terkini
Penurunan Kasus Stunting di Bontang Dianggap Gagal
Evaluasi program penanganan stunting di Kota Bontang berjalan alot. Prevalensi stunting yang ditarget bisa turun mendekati target 14 persen.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Evaluasi program penanganan stunting di Kota Bontang berjalan alot. Prevalensi stunting yang ditarget bisa turun mendekati target 14 persen masih jauh dari harapan.
Rapat yang dilaksanakan di Pendopo Wali Kota Bontang, Selasa (19/3/2024) pagi dipimping oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dasuki.
Dasuki menyebut kasus balita stunting saat ini turun dari 21,6 persen menjadi 19,6 persen.
Meski demikian hasil rapat, kata Dasuki, menilai penanganan sunting berjalan lambat.
Baca juga: Ancam Generasi Masa Depan, Pemkab Mahulu Dorong Kepala Desa Prioritaskan Penanggulangan Stunting
Lambatnya penurunan kasus itu ditengarai terjadi karena beberapa faktor, misalnya turunnya minat warga berkunjung ke posyandu.
"Tahun lalu lebih dari 80 persen kunjungan posyandu, sekarang kurang dari 80 persen, hal ini harus menjadi perhatihan kita semua apa penyebab menurunnya minat kunjungan ke posyandu,” ucap Dasuki.
Disisi lain masih rendahnya bayi usia kurang dari 6 bulan yang mendapatkan air susu ibu (Asi) eksklusif. Dari target Nasional 2024, 80 persen, Kota Bontang baru mencapai 59,14 persen.
Hidup Bersih dan Sehat Rendah
Kemudian belum optimalnya balita yang memperoleh imunisasi dasar lengkap. Target Nasional 2024, 90 persen, Kota Bontang baru mencapai 87,78 persen.
Masih rendahnya keluarga yang melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Target Nasional 70 persen, Kota Bontang baru mencapai 56,86 persen.
Baca juga: Cegah Stunting dan Tingkatkan Gizi Anak, Pama Baya bersama Puskesmas Bagikan Obat Cacing
"Tim mesti berkerja lebih keras. Kami akan upayakan dengan program yang sudah disusun dan data yang lebih akurat," pungkasnya.
(*)
| Link Info Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu di Indonesia BMKG - Informasi Keselamatan Gempa Bumi |
|
|---|
| POPULER KALTIM: Andi Harun Pertanyakan Redistribusi JKN Pemprov, Pemkot Bontang Batal Beli Mess |
|
|---|
| Hercules Tantang Negara Beri Bukti Kepemilikan Lahan di Tanah Abang Jakarta |
|
|---|
| Harga Tiket Pesawat Surabaya - Balikpapan Tembus Rp26 Juta, Tarif Penerbangan ke Bandara SAMS Naik |
|
|---|
| Kapan PKH Tahap 2 Cair 2026? Ini Jadwal Terbaru, Besaran Bantuan dan Cara Cek Penerima |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240319_Stunting-di-Bontang-Kaltim.jpg)