Tribun Kaltim Hari Ini

Penukaran Uang Tidak Resmi Bakal Ditertibkan, Bank Indonesia Kaltim Minta Bantuan Pemda

Budhi mengungkapkan kekhawatirannya, bahwa bisa saja oknum penukar jasa uang tidak resmi itu tidak hanya menjual uang tapi bisa menjual uang palsu dan

Penulis: Martinus Wikan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
TUKARAN UANG - Acara peluncuran kas keliling dan pelayanan penukaran uang ini dibalut tema "Semarak Rupiah Ramadhan dan Idul fitri (Serambi) tahun 2024", Senin (18/3/2024), Kantor Bank Indonesia Perwakilan (KPw-BI) Provinsi Kalimantan Timur sediakan sekitar Rp4,77 triliun untuk kebutuhan masyarakat untuk penukaran uang kartal. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kantor Bank Indonesia Perwakilan (KPw-BI) Provinsi Kalimantan Timur meminta bantuan pemerintah daerah (Pemda) untuk menindak penukaran uang tidak resmi.

Masyarakat biasanya membutuhkan uang pecahan kecil jelang Idul Fitri untuk dibagikan sebagai angpau pada sanak saudara.

Dari tahun ke tahun kebutuhan ini dijadikan bisnis oleh sebagian orang menawarkan jasa penukaran uang baru di pinggir jalan, terutama di Kota Samarinda.

Biasanya berjejer menawarkan pembeli sambil menunjukkan pecahan uang Rp2.000 hingga Rp100.000.

Baca juga: Api dari Rumah Guru Hanguskan SMPN 5 Samarinda, Disdikbud Kaltim Ajukan Dana Darurat ke Andi Harun

Melihat ini, Bank Indonesia (BI) mengimbau masyarakat tidak menukarkan uang pecahan di tempat tidak resmi tersebut. Sebab, ada potensi uang yang ditukarkan adalah palsu atau jumlahnya tidak tepat.

"Terkait dengan upaya, kita meminimalisir adanya loket-loket Penukaran uang yang tidak resmi, yang di jalan-jalan itu, tentunya kami (meminta) Bu sekda dan satpol PP dari Pemkot Samarinda untuk penertiban oknum-oknum tadi," ungkap Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltim, Budi Widihartanto, ditemui Senin (18/3).

Budhi mengungkapkan kekhawatirannya, bahwa bisa saja oknum penukar jasa uang tidak resmi itu tidak hanya menjual uang tapi bisa menjual uang palsu dan lain sebagainya.

Sementara loket-loket penukaran uang yang resmi, akan dijamin keaslian uang rupiahnya dan juga tentu jumlah yang cukup dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan di awal.

"Selain itu juga, kita menginginkan meminimalisir peredaran uang palsu dan pemungutan biaya yang tidak dibenarkan pada masyarakat," tegasnya.

Karena kadangkala masyarakat ini mencari kemudahan. Tidak apa membayar, yang penting mendapat pecahan uang kartal yang diinginkan.

"Tentunya hal ini tidak kita inginkan karena ada biaya dibebankan kepada masyarakat. Kegiatan Serambi Ramadhan ini juga menjadi momen bagi BI untuk terus mengajak dan mengedukasi masyarakat agar selalu bangga dan paham rupiah," terang Budhi.

Cinta rupiah dengan cara merawat uang sebaik mungkin dan bangga kita memiliki uang sebagai simbol kedaulatan negara.

Serta jika paham dalam konteks menggunakan rupiah sebijak mungkin, secerdas mungkin kita belanja dengan sesuai kebutuhan, belanja produk dalam negeri, khususnya di UMK.

"Tentu juga mampu mengalokasikan dana secara tepat dan hemat untuk menabung," tandas Budhi.

Sementara itu, Asisten III Pemkot Samarinda Ali Fitri Noor yang hadir dalam peluncuran pelayanan penukaran uang di Kantor Perwakilan BI Kaltim, menegaskan komitmennya untuk membantu agar penukaran uang dijalan tidak terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved