Rabu, 22 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Mengenal Lebih Dekat Aulia Agustini, Pegiat Sastra Asal Samarinda yang Ingin Abadi lewat Tulisan

Mengenal Aulia Agustini, pegiat sastra dan penulis lokal asal Samarinda yang ingin abadi lewat tulisan.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
HO
Aulia Agustini, gadis asal Samarinda yang aktif dalam giat literasi dan sastra. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aulia Agustini, seorang gadis asal Samarinda mendedikasikan dirinya untuk dunia literasi dan penulisan, khususnya bertema lokalitas. 

Di balik kesibukannya sebagai pengajar dan pelajar terbaik di Universitas Mulawarman, Aulia tak henti mengenalkan seputar mitos dan budaya di Kalimantan Timur melalui tulisannya.

Sejak kecil, kecintaan Aulia pada dunia literasi sudah tumbuh subur.

Minat baca yang tinggi mengantarkannya pada dunia tulis-menulis dan membuatnya bertekad untuk mengabadikan budaya lokal dalam karya tulisnya.

Baca juga: Tarif Bus Damri Samarinda-Berau-Tanjung Selor Dipastikan Naik, Seat Bertambah jadi 30

Baginya, kunci utama dalam menyeimbangkan berbagai peran adalah kedisiplinan dan manajemen waktu yang baik. 

"Setiap manusia memiliki waktu yang sama, 24 jam. Meskipun kita dipenuhi kesibukan, tidak ada alasan untuk tidak berkarya. Kuncinya ada pada perencanaan dan penjadwalan yang tepat,” ungkapnya pada TribunKaltim, Kamis (21/3/2024).

Meski demikian, Aulia mengaku lebih menyukai bacaan fiksi yang berbungkuskan filsafat dan lokalitas.

Baginya, membaca bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga tentang mendapatkan pengetahuan.

"Setiap buku bisa mengubah pembacanya, baik ke arah positif maupun negatif. Maka dari itu menurut saya penting untuk bijak dalam memilih bacaan,” ungkapnya.

Baca juga: Safari Ramadhan 2024, Walikota Samarinda Andi Harun Ajak Warga untuk Berbagi

Pada bulan Ramadan ini, puasa tak membuat semangat Aulia menurun.

Dirinya tetap aktif menulis dan berkegiatan di tengah lapar dan dahaga.

"Ramadan tahun ini agak padat karena harus menyeimbangkan waktu bekerja, kuliah, dan penelitian,” ucap gadis kelahiran 1998 ini.

Berkat dedikasi dan kegigihannya, Aulia telah menorehkan berbagai prestasi di bidang literasi.

Karya-karya Aulia banyak terinspirasi oleh penulis klasik dari Brazil. 

Ia juga telah menerbitkan beberapa tulisan di media cetak dan elektronik, bahkan dalam bentuk buku.

“Karya saya yang pernah di muat di antaranya seperti cerita pendek yang berjudul ‘Kuyang’ dan ‘Santet’,” sebutnya.

Baca juga: Puslabfor Mabes Polri Selidiki 2 Lokasi Kebakaran di Kota Samarinda

Aulia juga kerap menjadi pembicara dalam kegiatan literasi hingga tingkat Asia Tenggara.

“Sejauh ini yang paling membanggakan adalah ketika bisa masuk ke ajang se-Asia Tenggara, meski hanya melalui kolaborasi karya puisi dan esai, saya bersyukur,” ungkapnya.

Meskipun telah mencapai berbagai prestasi, Aulia tetap menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan waktu, kelelahan, dan kehabisan ide.

Meski demikian, tantangan tersebut tak membuatnya berhenti berkarya melalui tulisan.

Gadis yang juga aktif memimpin komunitas sastra bernama "TerAksara" ini tetap gigih menunjukkan semangatnya.

“Kadang tantangannya saat menulis bisa kehabisan ide. Tapi tetap harus berusaha untuk bagaimana caranya ide tidak pernah habis untuk dituangkan dalam karya. Karena saya ingin serta abadi dalam tulisan saya,” pungkasnya. (*)

Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved