Tribun Kaltim Hari Ini
Pemborong Sebut Pembongkaran Pasar Pagi Samarinda Sudah Mencapai 80 Persen
Nawer menjelaskan bahwa progres saat ini memang dikebut oleh pihaknya. Tak heran jika selama pengerjaan, ia mengadakan penambahan alat dan 5 pekerja
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Saat ini, bangunan Pasar Pagi Samarinda sudah mulai terlihat rata dengan tanah.
Pasar legendaris yang berdiri di atas lahan milik Pemkot Samarinda seluas 1 hektare ini akan direvitalisasi dalam rangka mendorong roda perekonomian yang lebih maju.
Pemborong Pasar Pagi Muhammad Nawer Mud menjelaskan bahwa proses pembongkaran bangunan sudah hampir rampung.
Baca juga: 3 Bulan Pasca Relokasi, Pedagang Pasar Pagi Samarinda Ungkap Fakta-fakta Ini, Pilih Belanja Online
Sebelumnya ia memang menargetkan pembongkaran tersebut rampung di bulan April mendatang.
“Sudah 80 persen, kemungkinan seminggu-dua minggu sudah selesai tinggal membuang sampah sisanya saja,” jelasnya (22/3).
Nawer menjelaskan bahwa progres saat ini memang dikebut oleh pihaknya. Tak heran jika selama pengerjaan, ia mengadakan penambahan alat dan 5 pekerja lainnya.
“Karena memang mau kami percepat,” ungkapnya.
Meski tak ada kendala di lapangan, namun dirinya mengakui proses pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati karena masih ada rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Baca juga: Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda Picu Kemacetan, Dishub Imbau Masyarakat Cari Jalan Alternatif
“Sempat ada kabel tersangkut dan akhirnya putus. Tapi sudah langsung diperbaiki dengan biaya sendiri,” sebut Nawer.
Proses pembongkaran Pasar Pagi Samarinda ini menggunakan 7 unit excavator dan 20 mobil truk pengankut muatan sisa materal.
“Tapi kalau misal ada keterlambatan, mohon dimaklumi karena faktor cuaca juga akhir-akhir ini, tapi kami usahakan,” pungkasnya. (snw)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
| Pedagang di Kaltim Terhimpit Harga Plastik, Lonjakan Harga Bahan Kemasan Menekan Laba |
|
|---|
| Antrean SPBU di Wilayah Kaltim Masih Terkendali, Isu Kenaikan BBM Picu Panic Buying |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240322_Pembongkaran-Pasar-Pagi-Samarinda.jpg)