Ramadhan 2024
Doa Ramadhan Hari Ke-18 dan Ke-19, Lengkap Amalan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Simak bacaan doa Ramadhan hari ke-17 dan ke-18 puasa. Lengkap dengan amalan di 10 hari terakhir Ramadhan.
Penulis: Aro | Editor: Briandena Silvania Sestiani
"Rasulullah SAW saat berada di 10 hari terakhir Ramadhan kan menyingsingkan lengan bajunya ya itu maksudnya bahwa Nabi Muhammad akan lebih giat lagi beribadah," jelas Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Nabi Muhammad SAW yang memang ahli ibadah, justru meningkatkan volume ibadah di penghujung bulan Ramadhan.
Dijelaskannya 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah malam yang dirindukan oleh para perindu kemuliaan, sedangkan penghulunya perindu kemuliaan adalah Nabi Muhammad SAW.
Di 10 hari terakhir Nabi Muhammad lebih semangat beribadah dibandingkan hari-hari sebelumnya bahkan beliau juga membangunkan keluarganya dan mengajak keluarganya untuk menghidupkan malam-malam di 10 hari terakhir Ramadhan dengan beritikaf.
Baca juga: 80 Link PP Kucing Ramadhan 2024 yang Unik dan Lucu, Lengkap dengan Cara Membuat Video Baru di TikTok
Dalam sebuah hadis yang diterangkan bahwa menghidupkan malam di bulan Ramadhan akan diampuni segala dosa-dosanya.
Hadist tersebut yakni:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man qaama ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufiralahu maa taqaddama min dzanbih
Artinya: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
"Tentu saja kemuliaan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan adalah lebih utama hal itu nampak jelas yang dicontohkan oleh Rasulullah, beliau melakukan itikaf di masjid dengan tidak mau meninggalkannya," papar Buya Yahya.
Melakukan itikaf di masjid adalah hal yang dicontohkan sendiri oleh Rasulullah bahkan istri-istri beliau juga melakukan itikaf.
Sehingga berdasarkan contoh tersebut maka diperkenankan untuk perempuan melakukan itikaf asalkan tetap menjaga kehormatannya sebagai wanita.
Hukum itikaf adalah sunnah yang dikukuhkan bahkan dalam cara Mazhab Syafi'i duduk sebentar saja dengan niat itikaf sudah mendapatkan pahala itikaf.
Karena itu sangat dianjurkan untuk umat muslim meniatkan dirinya untuk melakukan niat beri'tikaf di masjid agar mendapat tambahan pahala, karena duduk biasa tidak ada pahalnya.
Baca juga: Bolehkah Mewajibkan Anak yang Belum Balig untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan? Penjelasan Lengkap
Sehingga hendaknya memanfaatkan peluang 10 hari terakhir di bulan untuk beritikad dengan meninggalkan urusan duniawi.
"Dan jangan seperti sebagian orang yang sibuk di tanggal ganjil saja, itu salah memahami.
Nabi SAW itu menghidupkan semuanya di 10 hari akhir, tapi kalau ketemu malam ganjil volumenya tambah lagi," tegas Buya Yahya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.