Ramadhan 2024
Doa Ramadhan Hari Ke-18 dan Ke-19, Lengkap Amalan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Simak bacaan doa Ramadhan hari ke-17 dan ke-18 puasa. Lengkap dengan amalan di 10 hari terakhir Ramadhan.
Penulis: Aro | Editor: Briandena Silvania Sestiani
TRIBUNKALTIM.CO - Berikut bacaan doa Ramadhan hari ke-18 dan ke-19 puasa yang bertepatan dengan Jumat (29/3/2024).
Hari ini, Jumat (29/3/2024) adalah Ramadhan hari ke-18 puasa bagi Umat Islam yang mulai berpuasa Selasa (12/3/2024) dan hari Ramadhan ke-19 puasa untuk yang mulai puasa, Senin (11/3/2024).
Bulan Ramadhan 2024 sudah hampir memasuki 10 hari terakhir, terus bersemangat untuk menjalani ibadah di bulan yang penuh rahmat, ampunan dan maghfirah.
Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah momen yang selalu istimewa karena akan ada malam Lailatul Qadar.
Baca juga: Ceramah Singkat Tema Nuzulul Quran, Bahas 8 Kewajiban Terhadap Al Quran di Bulan Ramadhan 2024
Baca juga: 46 Quotes Ramadhan Dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya Menyentuh Hati dan Puitis
Baca juga: 3 Teks Khutbah Jumat Ramadhan Terbaik Lengkap dengan Bacaan Materi dan Doanya
Simak juga sejumlah amalan di 10 hari terakhir Ramadhan yang bisa ditunaikan.
Doa Ramadhan Hari ke-18
اَللَّهُمَّ نَبِّهْنِيْ فِيْهِ لِبَرَكَاتِ أَسْحَارِهِ وَ نَوِّرْ فِيْهِ قَلْبِيْ بِضِيَاءِ أَنْوَارِهِ وَ خُذْ بِكُلِّ أَعْضَائِيْ إِلَى اتِّبَاعِ آثَارِهِ بِنُوْرِكَ يَا مُنَوِّرَ قُلُوْبِ الْعَارِفِيْنَ
Latin: Allâhumma nabbihnî fîhi libarakâti ashârihi wa nawwir fîhi qalbî bidhiyâi anwârihi wa khudz bikulli a’dhâî ilat tibâ’I âtsârihi binûrika yâ munawwiral qulûbi ârifîn
Artinya : ”Ya Allah sadarkanlah aku untuk mengetahui berkat yang ada pada waktu sahur. Terangilah hati-ku dengan cahaya-Mu yang lembut. Jadikanlah seluruh anggota badanku dapat mengikuti cahaya itu. Wahai Penerang hati sanubari.
Doa Ramadhan Hari ke-19
Berikut doa Ramadhan hari ke-19 Ramadhan seperti dikutip TribunKaltim.co dari TribunJogja.com di artikel berjudul Bacaan Doa Hari ke-19 dan ke-20 di Bulan Ramadhan
اَللَّهُمَّ وَفِّرْ فِيْهِ حَظِّيْ مِنْ بَرَكَاتِهِ وَ سَهِّلْ سَبِيْلِيْ إِلَى خَيْرَاتِهِ وَ لاَ تَحْرِمْنِيْ قَبُوْلَ حَسَنَاتِهِ يَا هَادِيًا إِلَى الْحَقِّ الْمُبِيْنِ

“Allâhumma waffir hadzdzî min barakâtihi wa sahhil sabîlî ilâ khayrâtihi walâ tahrimnî qabûla hasanâtihi yâ hâdiyan ilal haqqil mubîn.”
Artinya:
Baca juga: 5 Keutamaan Nuzulul Quran dan Amalan yang Bisa Dikerjakan Malam Ini 17 Ramadhan 1445 H
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih bisa menikmati berkat-berkat-Mu dan mudahkanlah jalan-ku untuk mendapat kebaikan-kebaikannya.
Jangan Engkau haramkan aku untuk menerima kebaikan-kebaikannya. Wahai Pemberi Petunjuk kepada jalan yang terang.”
Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Penceramah Buya Yahya menjelaskan amalan 10 hari terakhir di bulan Ramadhan yang bisa diamalkan umat Islam, sesuai yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dituturkan Buya Yahya hendaknya kaum muslimin lebih giat dan semangat dalam beribadah khususnya pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang mana di dalam umat muslim diperintahkan memperbanyak amal ibadah.
Selain puasa, ibadah lainnya yakni shalat sunnah siang dan malam, tadarus Alquran, zikir, hingga sedekah hendaknya dioptimalkan di sisa waktu Ramadhan.
Buya Yahya menjelaskan Nabi Muhammad SAW mencontohkan amalan terbaik yang dilakukan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, di antaranya adalah i'tikaf.
"Rasulullah SAW saat berada di 10 hari terakhir Ramadhan kan menyingsingkan lengan bajunya ya itu maksudnya bahwa Nabi Muhammad akan lebih giat lagi beribadah," jelas Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.
Nabi Muhammad SAW yang memang ahli ibadah, justru meningkatkan volume ibadah di penghujung bulan Ramadhan.
Dijelaskannya 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah malam yang dirindukan oleh para perindu kemuliaan, sedangkan penghulunya perindu kemuliaan adalah Nabi Muhammad SAW.
Di 10 hari terakhir Nabi Muhammad lebih semangat beribadah dibandingkan hari-hari sebelumnya bahkan beliau juga membangunkan keluarganya dan mengajak keluarganya untuk menghidupkan malam-malam di 10 hari terakhir Ramadhan dengan beritikaf.
Baca juga: 80 Link PP Kucing Ramadhan 2024 yang Unik dan Lucu, Lengkap dengan Cara Membuat Video Baru di TikTok
Dalam sebuah hadis yang diterangkan bahwa menghidupkan malam di bulan Ramadhan akan diampuni segala dosa-dosanya.
Hadist tersebut yakni:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Man qaama ramadhaana iimaanan wahtisaaban ghufiralahu maa taqaddama min dzanbih
Artinya: “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim).
"Tentu saja kemuliaan ibadah di 10 hari terakhir Ramadhan adalah lebih utama hal itu nampak jelas yang dicontohkan oleh Rasulullah, beliau melakukan itikaf di masjid dengan tidak mau meninggalkannya," papar Buya Yahya.
Melakukan itikaf di masjid adalah hal yang dicontohkan sendiri oleh Rasulullah bahkan istri-istri beliau juga melakukan itikaf.
Sehingga berdasarkan contoh tersebut maka diperkenankan untuk perempuan melakukan itikaf asalkan tetap menjaga kehormatannya sebagai wanita.
Hukum itikaf adalah sunnah yang dikukuhkan bahkan dalam cara Mazhab Syafi'i duduk sebentar saja dengan niat itikaf sudah mendapatkan pahala itikaf.
Karena itu sangat dianjurkan untuk umat muslim meniatkan dirinya untuk melakukan niat beri'tikaf di masjid agar mendapat tambahan pahala, karena duduk biasa tidak ada pahalnya.
Baca juga: Bolehkah Mewajibkan Anak yang Belum Balig untuk Berpuasa di Bulan Ramadhan? Penjelasan Lengkap
Sehingga hendaknya memanfaatkan peluang 10 hari terakhir di bulan untuk beritikad dengan meninggalkan urusan duniawi.
"Dan jangan seperti sebagian orang yang sibuk di tanggal ganjil saja, itu salah memahami.
Nabi SAW itu menghidupkan semuanya di 10 hari akhir, tapi kalau ketemu malam ganjil volumenya tambah lagi," tegas Buya Yahya.
Di bulan utamanya 10 hari terakhir terdapat sebuah malam yang sangat mulia yaitu malam Lailatul Qadar.
Malam itu merupakan malam yang sangat mulia karena lebih baik dari 1.000 Bulan sehingga melakukan amalan di saat itu akan mendapatkan pahala sebanyak 1.000 Bulan beribadah.
"Adapun malam Lailatul Qadar terdapat pada bilangan ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, namun bisa saja di hari genap, untuk saat yang tepatnya tidak diberitahukan dan disembunyikan oleh Allah SWT," terang Buya Yahya
Saat bisa beribadah di malam Lailatul Qadar selain mendapatkan pahala sebanyak 1.000 bulan maka seseorang itu biasanya akan merasakan perubahan seperti hatinya semakin tentram hidupnya semakin indah.
Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat dirindukan oleh seluruh kaum muslim di dunia, disembunyikan Allah demi kebaikan umat muslim.
Yang dilakukan di malam Lailatul Qadar adalah seperti semakin memperbanyak ibadah, tadarus AlQuran, shalat, berdzikir dan ibadah lainnya.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah SAW tentang bacaan doa yang bisa dipanjatkan saat bertemu dengan malam Lailatul Qadar.
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
"Wahai Rasulullah, bagaimana bila aku mengetahui malam Lailatu Qadar, apa yang harus aku ucapkan?"
Beliau (Rasulullah SAW) menjawab, "Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau menyukai maaf, maka maafkan aku."
Maka perbanyaklah doa tersebut di 10 malam terakhir bulan ramadhan.
Dalam hadits panjang, hadits Salman Al-Farizi, Buya Yahya menjelaskan: Perbanyaklah engkau dengan empat hal, dengan dua hal di antaranya, engkau akan menjadikan Tuhanmu ridho dan dua hal lagi yang engkau sangat memerlukannya.
Hal yang menjadikan Tuhanmu ridho itu adalah bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan istighfar yaitu memohon ampun kepada Allah.
"Adapun dua hal yang engkau sangat memerlukannya adalah engkau minta kepada Allah surga dan engkau minta perlindungan dari api neraka," pungkasnya.
Niat I'tikaf di Masjid
Bagi Anda yang terbiasa melafadzkan niat, berikut niat i'tikaf:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ
Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.
Artinya, “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.” Lafal niat ini dikutip dari Kitab Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj.
Lafal itikaf lain yang dapat digunakan adalah lafal berikut ini. Lafal niat itikaf ini dikutip dari Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi:
نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.
Artinya, “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah SWT.”
Baca juga: 8 Puisi Nuzulul Quran 2024 Singkat dan Mengharukan untuk Lomba Siswa di Sekolah Selama Ramadhan
(*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaharuan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
Sebagian dari artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul Ini Amalan yang Dikerjakan Nabi Muhammad SAW di 10 Hari Terakhir Ramadhan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.