Berita Samarinda Terkini
Dishub Samarinda Buka Dua Jalur di Jalan P Irian, Begini Tanggapan Pengamat Unmul
Dishub Samarinda Buka Dua Jalur di Jalan P Irian, Begini Tanggapan Pengamat Unmul
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mengambil sejumlah kebijakan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Pulau Irian.
Dishub Samarinda membuka dua jalur di Jalan Pulau Irian Samarinda, tepatnya di depan Mal Samarinda Central Plaza (SCP).
Dua jalur itu untuk mengakses dari arah Jalan Mulawarman agar bisa belok kanan ke arah Jalan P Irian, kemudian dari arah Jalan P Irian bisa berbelok ke Jalan Pangeran Hidayatullah.
"Sebenarnya sudah dibuka sejak tadi malam (3/4/2024) tapi sekaligus kami sosialisasi dulu. Pembukaan dua jalur di Jalan Pulau Irian akan kami coba pelan-pelan. Barier yang awalnya ada untuk menutupi sebagian di perempatan Jalan Mulawarman sudah kami cabut," ungkap Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dishub Samarinda, Didi Zulyani.
Baca juga: Jukir Diizinkan Beroperasi di Jalan P Irian dengan Syarat, Dishub Samarinda: Mereka Sudah Komitmen
Strategi itu diharapkan bisa menjadi pertimbangan agar tidak ada lagi drop out kendaraan ojek online di depan Mal SCP.
Pasalnya, Mal SCP memang tak menyediakan area untuk drop out penumpang sehingga menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan tersebut.
"Karena kalau tidak ada penutupan dari barrier itu artinya kan masyarakat boleh gunakan sebagai dua arah. Kami juga sudah koordinasi dengan Satlantas. Dan untuk monitoring akan selalu kami lakukan," sebut Didi.
Terkait pembukaan dua jalur itu, pengamat ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo angkat bicara.
"Saya rasa Dishub harus lakukan simulasinya dulu dalam beberapa hari," ungkapnya pada TribunKaltim pada Kamis (4/4/2024).
Baca juga: Dishub Samarinda Telah Pasang 41 Barier di Jalan Pulau Irian, Atasi Parkir Liar di Kawasan SCP
Menurutnya, ada persoalan lainnya yang juga harus disorot oleh Dishub, yakni kawasan Jembatan Sungai Dama yang seringkali dipadati kendaraan hingga menyebabkan kemacetan di perempatan Jalan Otto Iskandardinata.
Purwadi menambahkan, sambil menunggu proyek Terowongan Samarinda selesai, Dishub bisa mencari solusi sementara untuk mengurai kemacetan di kawasan ini.
"Kan di sana sering kali macet. Seharusnya bisa dipecahkan masalahnya, bagaimana agar masyarakat tidak macet kalau mau ke arah Sambutan," pungkas Purwadi. (*)
Ikuti Saluran WhatsApp Tribun Kaltim dan Google News Tribun Kaltim untuk pembaruan lebih lanjut tentang berita populer lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240404_Jalan-P-Irian-Samarinda-yang-bakal-dibuat-dua-jalur.jpg)