Minggu, 19 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Pepaya Mini Khas Balikpapan Berpotensi jadi Produk Ekspor

Buah pepaya mini khas kota Balikpapan atau yang disebut pepaya Miba berpotensi menjadi produk lokal Kalimantan Timur yang bisa diekspor

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
PEPAYA MINI - Pendiri Komunitas Petani Muda, AA Gede Agung Werdhatama mencicipi pepaya mini khas Balikpapan di lokasi perkebunan salah petani anggota petani Milenial Kalimantan Timur di kawasan Karang Joang, Balikpapan Utara.TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Buah pepaya mini khas kota Balikpapan atau yang disebut pepaya Miba berpotensi menjadi produk lokal Kalimantan Timur yang bisa diekspor untuk meramaikan pasar internasional di luar negeri.

Pepaya mini tersebut dikembangkan oleh salah satu petani Milenial Kaltim di kawasan perkebunan "Pak Agus" yang berlokasi di Kelurahan Karang Joang Kecamatan Balikpapan Utara.

Kebun pepaya mini tersebut sempat ditinjau oleh PJ Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik beserta rombongannya beberapa waktu lalu.

Kebun Pak Agus terletak di Kilometer 12 Balikpapan Utara, tak jauh dari Waduk Manggar sumber air baku PDAM Balikpapan.

Selain pelayan mini, di kebun itu milik Agus itu juga terdapat beragam tanaman buah-buahan, mulai dari jambu kristal, pepaya Kalifornia, dan buah-buahan lokal lainnya.

Baca juga: Sinergi Ketahanan Pangan Bersama TNI, Pupuk Kaltim dan Yonkav 13/SL Tanam Pepaya di Samboja

Baca juga: DP3 Bina Petani Lokal di Balikpapan untuk Tingkatkan Kemandirian Pangan

Kepada Pj Gubernur dan pendiri Komunitas Petani Muda Keren, Agus mengaku sempat menerangkan alasan dibalik nama pepaya mini karena bentuknya yang juga mini, hanya setangkup tangan orang dewasa.

"Meski demikian, rasanya bisa disebut luar biasa manis, sebagai pembanding, pepaya biasa paling manis hanya sampai 12 brix pada brix refractor, mesin pengukur derajat kemanisan, sedangkan untuk pepaya miba mencapai 18 brix," ujar Gede Agung Widhatama, Sabtu (20/4).

Dia pun menjelaskan, bibit awal pepaya mini sendiri didapat para petani Balikpapan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) kemudian dikembangkan di wilayah kota Balikpapan yang dimulai dari Balikpapan Timur serta Balikpapan Utara.

Agus, pemilik kebun pepaya mini yang juga anggota petani milenial Kaltim menjelaskan bahwa proses menanam pepaya mini Balikpapan, petani mengikuti jadwal pemeliharaan yang sangat ketat.

"Mulai dari pemupukan, yang terutama menggunakan pupuk kandang, tidak boleh terlambat, tapi juga tidak boleh terlalu cepat jadi semuanya harus tepat," ujar Agus.

Biasanya pepaya mini tersebut kata dia untuk memasok hotel, restoran, katering, dan juga supermarket.

Tidak hanya Balikpapan, tapi juga ke Jakarta dan Surabaya. Bahkan pepaya miba dari kota minyak ini kata dia sudah rutin masuk dalam daftar menu di Istana Negara, Jakarta.

"Kami pernah diminta mengirim sekurangnya 40 kg setiap kali diperlukan," ujarnya.

Namun demikian, menurut PJ Gubernur Akmal Malik, kendati rasa dan peluangnya sangat menggiurkan, namun cukup disayangkan karena produksinya masih terbatas.

"Saya tadi berbincang dengan Pak Agus, untuk produksinya masih minim, jumlah orang yang berminat menanam juga terbatas," ungkap Akmal.

Baca juga: JPKP Minta Status Tersangka 9 Petani Dibatalkan, tak Berniat Halangi Bandara VVIP IKN Nusantara

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved