Berita Balikpapan Terkini
Rudi Mas'ud Sebut Hanya Jalur Pendidikan yang bisa Jadi Solusi Putus Rantai Pengangguran
Kasus pengangguran, kemiskinan hingga perceraian menjadi sorotan saat kegiatan Smada Talk yang diselenggarakan di SMA Negeri 2 Balikpapan
Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus pengangguran, kemiskinan hingga perceraian menjadi sorotan saat kegiatan Smada Talk yang diselenggarakan di SMA Negeri 2 Balikpapan, Kalimantan Tumur pada Senin (22/4).
Dimana dalam kegiatan yang menghadirkan Anggota DPR RI, H. Rudi Mas'ud sebagai narasumber, membuat para pelajar lebih leluasa menyampaikan pertanyaan.
Dihadapan ratusan pelajar, H. Rudi Mas'ud mengatakan bahwa rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia menjadi salah satu penyumbang angka kemiskinan, pengangguran bahkan perceraian.
"Semuanya tadi kita sudah sampaikan, jadi banyaknya perceraian ataupun angka pengangguran maupun kemiskinan itu tidak lain karena rendahnya tingkat pendidikan kita, maka tadi saya menyampaikan untuk memutuskan rantai kemiskinan dan kebodohan ini adalah satu-satunya hanya dengan jalur pendidikan," tegasnya.
Politisi Partai Golkar itu juga mencontohkan bahwa di Indonesia ini yang menempuh pendidikan lanjutan atau S1, S2, S3 itu tidak lebih daripada 7 persen.
Baca juga: UU Cipta Kerja Tidak Ada Masalah dalam Prosesnya, Rudi Masud Sebut Cak Imin Ikut Sahkan
Baca juga: Ketua TKN Prabowo-Gibran Rudi Masud Bicara Pembangunan di Kaltim yang Rata-rata Belum Merata
"Itulah betapa kita masih rendahnya. Sedangkan negara-negara maju rata-rata tingkat pendidikan 50 persen itu tingkat pendidikan lanjutan atau perguruan tinggi, kira-kira begitu," tambahnya.
Selain itu, dia juga meminta para pelajar sebagai generasi penerus agar memperbaiki mental untuk menyambut IKN di Kalimantan Timur.
"Perbaiki mental kita, mental kita satu harus bertaraf nasional yang kedua bertaraf global karena IKN ini dari Sabang sampai Merauke semua datang, maka negara -negara lain juga datang.
Baca juga: Rudi Masud Yakin Prabowo-Gibran Menang 1 Putaran, di Kaltim Surveinya di Atas 60 Persen
Karena IKN ini sekarang tidak jauh lagi, IKN ini ada di Kalimantan Timur maka kita harus mempersiapkan itu, jadi mental kita harus dipersiapkan karena kita ikut berdampingan dengan mereka semuanya yang bahkan dari seluruh penjuru negeri yang akan hidup berdampingan di Ibukota negara ini," ungkapnya.(*)
| Klarifikasi Driver Online Balikpapan terkait Pemberitaan Tribun Kaltim |
|
|---|
| Tingkatkan Efisiensi Bongkar Muat, PT Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan Datangkan Side Loader |
|
|---|
| Desalinasi Air Laut Balikpapan, Keluhan PDAM soal Biaya Mahal dan Swasta Sudah Jalan |
|
|---|
| Pengerukan Waduk Manggar Dipastikan Tidak Ganggu Distribusi Air Baku di Balikpapan |
|
|---|
| Warga Jalan Marsma R Iswahyudi Keluhkan Infrastruktur hingga Air Bersih saat Reses Bersama Wahyullah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240422-Anggota-DPR-RI-H-Rudi-Masud.jpg)