Minggu, 12 April 2026

Pilkada 2024

Menakar Kekuatan Para Figur pada Pilkada Kukar 2024, Pengamat Politik: Unik dan Menarik 

Menakar kekuatan para figur pada Pilkada Kukar 2024, pengamat politik sebut unik dan menarik. 

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Diah Anggraeni
Dokumen Pribadi
Pengamat Politik sekaligus akademisi dari Universitas Mulawarman, Budiman menilai, pelaksanaan Pilkada Kukar pada tahun ini agak unik dan menarik. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa figur mulai bermunculan di (Pilkada) Kutai Kartanegara (Kukar) 2024.

Pengamat politik sekaligus akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul), Budiman menyebut Pilkada Kukar agak unik dan menarik.

Hal itu lantaran adanya pergeseran dari kuning (Golkar) ke merah (PDIP), juga adanya figur-figur yang patut diperbincangkan di publik.

Jika Pileg 2024 menjadi tolok ukur, maka otomatis para calon yang memenuhi ambang batas parlemen punya potensi besar untuk maju.

Menariknya, Pilkada Kukar terdapat tarikan atau simpul partai sangat dinamis.

"Kalau melihat komposisi sekarang Seno Aji dari Gerindra nya, tetapi kita bisa lihat balihonya Kaltim Maju, artinya bukan bertarung di Kukar, otomatis Akhmed Reza Fachlevi yang terdepan," ujarnya, Kamis (25/4/2024).

Baca juga: Alif Turiadi Siap Maju Pilkada Kukar 2024, Ambil Formulir ke PKB hingga PAN

Figur lain, seperti mantan Danrem 091/ASN Dendi Suryadi yang memiliki kedekatan dengan Isran Noor, bisa juga menjadi salah satu yang mesti diperhitungkan.

Menurut Budiman, Pilkada Kukar mendatang juga bisa melihat siapa figur yang berpaket dengan paslon pada Pilgub Kaltim mendatang.

"Kalau saya melihat tanda-tandanya, bisa jadi yang terdepan Dendi, meski ada figur lainnya," tegasnya.

Peluang petahana yang belum pasti untuk maju di Pilkada 2024 bisa dimanfaatkan figur lain untuk start lebih awal.

Pertarungan di Kukar, dinilai Budiman, siapa yang bisa berpaket dengan suara terbanyak di provinsi (Pilgub), lalu menggandeng tokoh potensial di Kukar.

"Kalau Hamas (Hasanuddin Ma'sud) agak berat, beliau ketua partai di Kukar tetapi bertarung di Balikpapan, artinya secara kasat mata sesederhananya tidak percaya diri. Kalau Golkar memaksakan bisa kalah. Beda misalnya Ayub (Husni Fachruddin)," jelasnya.

Baca juga: Eks Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain akan Maju di Pilkada Kukar 2024 via Partai Politik

Pilkada Kukar juga bisa melihat geopolitik dan etnisnya.

Sisi geopolitik, perbesaran suara di daerah berdasarkan figur yang ada, itu kan bisa dilihat. Suara di Tenggarong, Tenggarong Seberang, Samboja misalnya Rendi Solihin.

Atau secara umum, putra daerah ada Dendi Suryadi, Awang Yacoub Luthman, Husni Fachruddin ketika ada yang bisa mengawinkan dalam artian "antara unsur etnis", maka itu yang bisa memenangkan kontestasi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved