Kamis, 21 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Penyebab Pembangunan Dermaga Wisata di Samarinda Seberang Tidak Bisa Terealisasi Tahun Ini

Pembangunan dermaga wisata di Kota Samarinda Seberang diyakini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat meningkatkan daya tarik wisata.

Tayang:
Penulis: Ata | Editor: Nur Pratama
Dokumentasi Tribun Manado
Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi dan Ilustrasi Dermaga wisata Pulau Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembangunan dermaga wisata di Kota Samarinda Seberang diyakini Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dapat meningkatkan daya tarik wisata.

Pasalnya, kawasan ini diakui kaya akan sejarah dan budaya Kota Samarinda.

Dikutip dari Wikipedia dermaga adalah tempat kapal ditambatkan di pelabuhan. Dermaga adalah juga tempat berlangsungnya kegiatan bongkar muat barang dan naik turunnya orang atau penumpang dari dan ke atas kapal.

Di dermaga juga dilakukan kegiatan untuk mengisi bahan bakar kapal, memasok kapal dengan air minum, air bersih, dan mengatur saluran untuk air kotor/limbah yang akan diproses lebih lanjut di pelabuhan.

Baca juga: Ini Akar Masalah Banyak Pertamini di Samarinda Menurut Pengamat Ekonomi Unmul Purwadi Purwoharsojo

Jenis dermaga

1. Dermaga barang umum, yaitu dermaga yang diperuntukkan untuk bongkar-muat barang umum/general cargo ke atas kapal.

2. Dermaga peti kemas, yaitu dermaga yang khusus diperuntukkan untuk bongkar muat peti kemas yang biasanya dilakukan dengan menggunakan kran (crane)

3. Dermaga curah, yaitu dermaga yang khusus digunakan untuk bongkar-muat barang-barang curah, biasanya dengan menggunakan ban berjalan (conveyor belt)

4. Dermaga khusus, yaitu dermaga yang khusus digunakan untuk mengangkut barang-barang bersifat khusus (mudah terbakar), seperti bahan bakar minyak, bahan bakar gas dan lain sebagainya.

5. Dermaga marina, yaitu dermaga yang digunakan untuk kapal pesiar, dan kapal cepat (speed boat) berlabuh/ bersandar.

6. Demaga kapal ikan, yaitu dermaga yang digunakan oleh kapal ikan

Awalnya dermaga ini akan dibangun di kawasan Masjid Tua Shiratal Mustaqiem dengan tujuan menonjolkan kebudayaan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Pembangunan fisik dermaga ini akan awalnya direncanakan akan dibangun dimulai tahun 2024.

Namun nyatanya, wacana tersebut tak lagi terdengar, mengingat rencana pembangunan ini masih terkendala beberapa hal.

Salah satunya adalah kompleksitas penertiban bangunan milik masyarakat di bantaran sungai.

Oleh sebab itu, rencana pembangunan dermaga wisata yang sempat digaungkan beberapa waktu lalu tampaknya harus kembali ditunda dan dipastikan tak akan terealisasi pada tahun ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Camat Samarinda Seberang, Aditya Koesprayogi pada TribunKaltim.co, Minggu (19/5/2024).

Kewenangan pihaknya hanya memberikan sosialisasi kepada warga yang terdampak, khususnya warga RT 07 dan RT 09 di Kelurahan Masjid, Kecamatan Samarinda Seberang.

Meski demikian, Aditya mengaku bahwa langkah ini memang tak mudah.

"Karena orang yang tinggal di sana sudah dari lahir, orangtuanya lahir juga di sana, makanya ada kekhawatiran akan terpencar secara sosial. Termasuk juga sehari-hari mereka berusaha di sana," ungkap Aditya.

Walaupun terbilang sulit, Aditya mengatakan bahwa Pemkot Samarinda masih berupaya mencari alternatif lain, sehingga pembangunan dermaga wisata di Samarinda Seberang benar-benar bisa terlaksana.

Sembari mencari alternatif lain, Aditya juga meminta waktu untuk pihaknya dapat melakukan pendataan kembali.

"Ini masih mencari jalan tengah, sehingga program ini dapat berjalan tanpa menghilangkan sosial kultural yang ada di sana. Kami akan dengar dulu suara dari masyarakat," pungkasnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved