Berita Kaltim Terkini
Reaksi Orangtua dan Siswa soal Program Wajib Tanam Pohon Bagi Pelajar di Kaltim
Untuk menunjang konsep Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara yang ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Untuk menunjang konsep Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara yang ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) segera terapkan Program Wajib Menanam Pohon bagi pelajar di Benua Etam, julukan Kalimantan Timur.
Rencana itupun mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.
"Yang menebang siapa, yang disuruh perbaiki siapa? Jangan karena Kaltim terima tamu (menyambut baik pembangunan IKN), masyarakat Kaltim dibuat betul-betul harus memuja IKN," protes Alfrida Buttungan (40), salah satu warga Kota Balikpapan.
Namun tidak sedikit juga yang mendukung program yang digagas oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, tersebut.
Baca juga: Upaya Mitigasi Perubahan Iklim, KLHK Tanam Pohon Musim Penghujan di Hutan Lindung Sungai Wain
Salah satunya Joko (42), warga Samarinda. Sebagai salah satu orangtua siswa ia menilai program tersebut wajib didukung.
Apalagi menurutnya, program tersebut sudah sesuai dengan ajaran nenek moyang untuk ikut serta menjaga dan tidak merusak alam.
"Bagi anak-anak juga bagus. Karena dengan wajib merawat, maka mereka akan belajar rasa tanggung jawab," tegasnya.
"Kalau soal IKN mau gimana ya nanti dilihat. Kita bukan bicara pembangunan tapi menjaga alamnya. Kaltim ini rumah kita. Mari dijaga. Dukung program yang baik," imbuhnya.
Baca juga: Gubernur Isran Tanam Pohon di Muara Kaman, Launching Program FCPF-CF dan Serahkan Alutsista Karhutla
Begitupun Dwi Prasetiyo (16). Salah satu siswa SMK Negeri di Samarinda.
Ia dan rekan-rekannya justru sangat menantikan tugas merawat pohon-pohon lokal khas Kalimantan.
"Apalagi Pohon Ulin. Senang sekali bisa punya bibitnya. Kan boleh tanam di rumah?," ucapnya senang.
Hanya saja Dwi berharap ada sedikit kelonggaran dalam tugas tersebut.
"Jangan jadi persyaratan ujian. Karena belum tentu teman-teman sanggup pelihara. Takutnya malah membebani dan tidak semangat lagi," harap Dwi.
Baca juga: Bersih-bersih Pantai Patra Tama Stalkuda Balikpapan, Tanam Pohon Mangrove
Sebagaimana diketahui, sebagai bentuk keseriusan, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik telah meminta agar Dinas Kehutanan menyiapkan 200 ribu bibit pohon lokal untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah.
"Minimal satu siswa satu pohon. Terserah mau tanam di mana. Lahan kita luas kok, 15 juta hektare," kata Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik.
(*)
| Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Melambat di Awal 2026 Dipicu Kontraksi di Pertambangan dan Konstruksi |
|
|---|
| WFH-WFA ASN Bukan Berarti Libur Tambahan, DPRD Kaltim Minta Tidak Salah Artikan |
|
|---|
| Sektor Tambang dan Konstruksi Alami Kontraksi, Ini Penjelasan BPS |
|
|---|
| Ekonomi Kaltim 2026 Bergeser, Industri Pengolahan Salip Pertambangan Batu Bara |
|
|---|
| Ratusan Usulan Pokir DPRD Kaltim Terancam Dipangkas karena Dinilai tak Sejalan Kehendak Gubernur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240521_Akmal-Malik-Suruh-Tanam-Pohon.jpg)