Berita Kaltim Terkini

Pj Gubernur Kaltim Menggagas Program Wajib Menanam Pohon Bagi Pelajar, Ini 8 Tanaman Khas Kalimantan

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) segera terapkan Program Wajib Menanam Pohon bagi pelajar di Benua Etam.

Penulis: Ata | Editor: Nur Pratama
HO/Polresta Samarinda/HO/PUPR
PROGRAM TANAM POHON - Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik saat menanam sejumlah pohon. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur dirancang menjadi kota cerdas masa depan dan ramah lingkungan.

Untuk menunjang konsep Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara yang ramah lingkungan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) segera terapkan Program Wajib Menanam Pohon bagi pelajar di Benua Etam, julukan Kalimantan Timur.

Rencana itupun mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat.

"Yang menebang siapa, yang disuruh perbaiki siapa? Jangan karena Kaltim terima tamu (menyambut baik pembangunan IKN), masyarakat Kaltim dibuat betul-betul harus memuja IKN," protes Alfrida Buttungan (40), salah satu warga Kota Balikpapan.

Namun tidak sedikit juga yang mendukung program yang digagas oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, tersebut.

Salah satunya Joko (42), warga Samarinda. Sebagai salah satu orangtua siswa ia menilai program tersebut wajib didukung.

Baca juga: Dishub Samarinda Butuh Rp50 Miliar untuk Buka 4 Trayek Bus Rapid Transit

Apalagi menurutnya, program tersebut sudah sesuai dengan ajaran nenek moyang untuk ikut serta menjaga dan tidak merusak alam.

"Bagi anak-anak juga bagus. Karena dengan wajib merawat, maka mereka akan belajar rasa tanggung jawab," tegasnya.

"Kalau soal IKN mau gimana ya nanti dilihat. Kita bukan bicara pembangunan tapi menjaga alamnya. Kaltim ini rumah kita. Mari dijaga. Dukung program yang baik," imbuhnya.

Begitupun Dwi Prasetiyo (16). Salah satu siswa SMK Negeri di Samarinda.

Ia dan rekan-rekannya justru sangat menantikan tugas merawat pohon-pohon lokal khas Kalimantan.

"Apalagi Pohon Ulin. Senang sekali bisa punya bibitnya. Kan boleh tanam di rumah?," ucapnya senang.

Hanya saja Dwi berharap ada sedikit kelonggaran dalam tugas tersebut.

"Jangan jadi persyaratan ujian. Karena belum tentu teman-teman sanggup pelihara. Takutnya malah membebani dan tidak semangat lagi," harap Dwi.

Sebagaimana diketahui, sebagai bentuk keseriusan, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik telah meminta agar Dinas Kehutanan menyiapkan 200 ribu bibit pohon lokal untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved