Berita Internasional Terkini

Perusahaan Kulit Manusia Terbesar di Dunia Ada di Israel, Diduga Curi Jasad Warga Palestina

Israel, yang saat ini melakukan pembantaian massal di jalur Gaza ternyata memiliki perusahaan kulit manusia atau bank kulit manusia terbesar di dunia

Editor: Heriani AM
Dawood NEMER / AFP
Orang-orang memeriksa jenazah para korban yang tewas dalam pemboman Israel saat mereka terbaring di luar rumah sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada 8 November 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan gerakan Hamas Palestina. Israel, yang saat ini melakukan pembantaian massal di jalur Gaza ternyata memiliki perusahaan kulit manusia atau bank kulit manusia terbesar di dunia 

TRIBUNKALTIM.CO - Mengemuka catatan keji lain yang dilakukan penjajah Israel terhadap Palestina, yaitu diduga pengambilan kulit dan organ dari jasad-jasad syuhada secara sepihak.

Hal ini bertujuan untuk kepentingan penelitian dan perkembangan medis di Israel.

Negara Zionis Israel, yang saat ini melakukan pembantaian massal di jalur Gaza ternyata memiliki perusahaan kulit manusia atau bank kulit manusia terbesar di dunia.

Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Med melaporkan, bahwa Israel patut diduga melakukan pencurian organ tubuh manusia warga Palestina yang menjadi korban pembantaian pasukan Zionis.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa Harvard Walk Out Saat Wisuda, Protes Konflik Israel dan Palestina Kian Memanas

Dalam laporannya, Euro-Med menemukan fakta, bahwa sejumlah profesional medis menemukan organ-organ vital, seperti hati, ginjal dan jantung, serta koklea dan kornea warga Palestina hilang, setelah jasadnya diserahkan pihak Israel.

Dikutip dari CNBC Indonesia, pada Desember 2023 lalu, Euro-Meda juga melaporkan, bahwa Israel diduga dengan sengaja menggali dan menyita mayat dari kuburan massal yang digali lebih dari 10 hari lalu di halaman al-Shifa.

Bank Kulit Manusia ada Sejak tahun 1968

Sementara itu, Jordan News, kantor berita yang berbasis di Yordania melaporkan, bahwa bank kulit manusia atau perusahaan kulit manusia yang ada di Israel itu ternyata sudah ada sejak tahun 1968.

Awalnya, bank kulit manusia itu difungsikan untuk menyimpan kulit manusia yang nantinya akan digunakan dalam pengobatan luka bakar dan kanker kulit.

Belakangan, Israel yang menjadi negara dengan luas wilayah terkecil mendadak memiliki stok kulit manusia yang begitu banyak.

Inilah yang kemudian memunculkan kecurigaan, bahwa Israel sudah terang-terangan melakukan pencurian kulit manusia dan organ tubuh warga Palestina.

Apalagi, jumlah stok kulit manusia Israel dilaporkan Jordan News lebih banyak ketimbang Amerika Serikat. 

Bank kulit manusia yang diawasi langsung oleh militer ini dicurigai kuat sebagai pasar organ terbesar di Timur Tengah.

lihat fotoBeberapa cekungan tanah dari hasil pemboman beberapa roket Israel ke tenda-tenda pengungsi di Rafah. Setidaknya 95 warga sipil, hampir setengah dari mereka adalah anak-anak tewas dalam empat serangan tidak sah di Rafah.
Beberapa cekungan tanah dari hasil pemboman beberapa roket Israel ke tenda-tenda pengungsi di Rafah. Setidaknya 95 warga sipil, hampir setengah dari mereka adalah anak-anak tewas dalam empat serangan tidak sah di Rafah.

Pakar urusan Israel, Anas Abu Arqoub mengatakan, pencurian kulit dan organ tubuh manusia warga Palestina yang dilakukan Israel bukan isapan jempol belaka.

Kata Arqoub, media Israel sendiri mengakui, bahwa terjadi proses pengambilan organ manusia tanpa sepengetahuan keluarga orang yang meninggal dunia.

Laporan Investigasi Jurnalis Swedia

Jurnalis asal Swedia, Donald Boström pernah dua kali menerbitkan laporan investigasi soal indikasi pencurian kulit manusia dan organ vital masyarakat Palestina korban pembantaian.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved