Rabu, 20 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Dinas di Mahulu Kaltim Harus Menjemur Manual Buku-buku Arsip yang Masih Bisa Diselamatkan

Untuk kedepannya, Ia memberi saran untuk langkah antisipasi agar plafon gedung semipermanen tersebut digunakan sebagai ruang arsip. Hal ini untuk

Tayang:
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/KRISTIANI TANDI RANI
Sejumlah aset di Pemkab Mahulu Kaltim terhambur karena banjir. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Banjir yang menimpa wilayah Mahakam Ulu (Mahulu) beberapa hari terakhir ini tak hanya menimbulkan korban jiwa ataupun materi.

Banyak informasi yang autentik dan terpercaya yang terekam dalam arsip ikut terendam akibat banjir ini.

Sejumlah dinas di kabupaten ini turut merasakan masalah yang sama yaitu kehilangan arsip. Untuk menyelamatkan arsip-arsip itu dengan terpaksa sejumlah dinas harus terpaksa menjemur manual buku-buku arsip yang masih bisa diselamatkan.

Kadis Disparpora, Yason Liah mengatakan untuk buku-buku yang masih bisa diselamatkan dijemur secara manual. Tapi untuk arsip yang bersifat portaibel sampai saat ini masih belum menemukan solusi.

Baca juga: Pasca Banjir, Sejumlah kantor Dinas Semi Permanen di Mahulu Kaltim Mulai Dibenahi

Meski begitu, Ia menyebut tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bekerja meski tidak maksimal. Terlebih untuk beberapa tugas yang harus menggunakan komputer, Ia menyebut saat ini hanya memanfaatkan barang seadanya.

"Pengarahan mungkin masih bisa, tapi kalau sudah berhubungan dengan misalnya pengisian data, mencetak dan lain sebagainya ya memang biasanya dari tempat atau rumah tertentu yang memang dijadikan sebagai kantor sementara," katanya, Rabu (5/6).

Untuk berkas-berkas arsip yang dimilikinya, Ia mengaku semua arsip tersebut masih basah. Hanya sampai saat ini masih berusaha untuk dikeringkan, dengan harapan masih bisa diselamatkan.

"Walaupun tidak perfek begitu kan tapi yang penting masih bisa dibaca, karena kami baru tau kalau kantor semipermanen itu bisa terkena banjir setinggi itu," ujarnya.

Untuk kedepannya, Ia memberi saran untuk langkah antisipasi agar plafon gedung semipermanen tersebut digunakan sebagai ruang arsip.

Hal ini untuk mencegah terjadinya hal serupa, karena Ia menyebut bencana tidak bisa untuk ditebak kedatangannya.

"Terus yang kedua dari sisi elektronik semua data di scan, Google Drive kemudian soft filenya disimpan secara terpisah. Selain di kantor tapi di satu komputer tertentu begitu kan sehingga tidak ada masalah," imbuhnya.

Yason Liah berkisah untuk datanya sendiri sudah dibackup sebelumnya di data digital sisa menunggu print out ulang data-data tersebut.

Karena Ia berkisah, pengalaman seperti ini bukan kali pertama Ia alami. Hal itu membuatnya lebih memiliki sikap waspada sebelum bencana terjadi.

"Karena saya pengalaman dulu di kantor camat pernah kayak gitu, kalau kantor camat di Long Bagun ini kan ini yang kedua," kisah mantan Camat Long Bangun ini.

Banjir di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) telah surut, namun bekasnya masih terasa. Salah satunya yang sampai saat ini masih merasakan dampak besar adalah sejumlah kantor dinas yang sempat tenggelam beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved