Berita Samarinda Terkini
Disdag Samarinda Matangkan Kartu Pembelian LPG 3 Kg untuk Prioritaskan Warga Miskin
Kelangkaan LPG 3 kilogram masih menjadi persoalan di kalangan masyarakat, khususnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kelangkaan LPG 3 kilogram masih menjadi persoalan di kalangan masyarakat, khususnya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Terlebih sebentar lagi gelaran hari raya kurban akan tiba, aktivitas memasak di masyarakat pun juga meningkat. Kelangkaan ini justru semakin meresahkan, lantaran harga yang ditaksir pertabungnya mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
Terkait fenomena ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tak tinggal diam. Melalui Dinas Perdagangan Kota Samarinda, segera mengusulkan solusi permanen dengan sistem kartu pembelian gas melon.
Marnabas Patiroy selaku Pelaksana harian (Plh) Sekretaris Kota Samarinda yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perdagangan mengaku sejak dua hari belakangan ini, pihaknya tengah intens membahas persoalan pengadaan kartu pendistribusian gas melon ini. Seperti pada hari ini, Kamis (6/6/2024), pihaknya kembali menggelar rapat bersama dengan sejumlah lurah di Kecamatan Samarinda Ulu.
Hasil pembahasan tersebut, kata Marnabas, pihaknya memutuskan untuk melakukan uji coba penggunaan kartu pembelian gas melon di Kelurahan Bukit Pinang terlebih dahulu.
Baca juga: Berulang Tiap Tahun, KPPU Samarinda Dorong Pemasangan Jargas Atasi Kelangkaan LPG di Kaltim
Baca juga: Pemkot Samarinda Libatkan Satgas Pangan Pantau Distribusi LPG 3 Kg
"Di sana ada sekitar 281 KK yang tergolong keluarga miskin. Mereka nanti kita arahkan untuk ambil stok gas melon di pangkalan yang ada di kelurahan sana," ujarnya.
Nantinya, kartu ini dipastikan untuk keluarga miskin yang berhak mendapatkan subsidi gas melon. Data ini akan terus diperbaharui secara berkala untuk memastikan akurasinya.
Namun sebelum merealisasikan kartu pembelian, Marnabas memastikan pihaknya telah mengantongi sebanyak 43.049 data keluarga miskin yang berhak membeli gas melon.
"Jadi pengkajiannya setiap keluarga di data kebutuhan gasnya. Dan keluarga miskin bakal diprioritaskan dulu, setelah itu baru mendata UMKM dan pedagang," sebutnya.
Meski demikian, pihaknya masih menunggu persetujuan dari Wali Kota Samarinda Andi Harun dan akan membahas kembali pada Selasa (11/6/2024) mendatang.
Baca juga: Disdag Samarinda Siapkan Kartu untuk Pastikan Pendistribusian LPG 3 KG Tepat Sasaran
“Usulan ini akan kita ajukan ke Pertamina. Karena kita juga tidak bisa memaksakan konsep ini, kita menyesuaikan juga," pungkas Marnabas. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim
Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim
| Kawal Kelancaran SPMB 2026, Diskominfo Samarinda Siagakan Tenaga Ahli Teknis |
|
|---|
| Samarinda Disebut Bakal Jadi “Barang Manis” Saat IKN Beroperasi, Pemkot Siapkan Strategi Pangan |
|
|---|
| Siap Pasok Pangan ke IKN, Kawasan Palaran Samarinda Diproyeksikan Jadi Lumbung Daging dan Telur |
|
|---|
| Hadapi Potensi PHK Tambang, Pemkot Samarinda Cari Solusi dengan Kolaborasi Lintas Dinas |
|
|---|
| Turun ke Lapangan, Tim Walikota Bantah Isu Longsoran Baru di Terowongan Samarinda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240606-Plh-Sekda-Samarinda-Marnabas-Patiroy.jpg)