Berita Kaltim Terkini
Jelang PON XXI Aceh-Sumut, Kempo Kaltim Agendakan Training Camp di Bali dan Jepang
Jelang PON XXI Aceh-Sumut, kempo Kaltim agendakan training camp di Bali dan Jepang selama dua minggu.
Penulis: Nevrianto Hardi Prasetyo | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jelang pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut yang akan bergulir pada September mendatang, tim kempo Kaltim terus melakukan berbagai persiapan.
Selain mengikuti Pelatda, Kempo Kaltim beberapa kali juga mendatangkan pelatih nasional.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengda Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kalimantan Timur, Deny Prasetyawan, Senin (10/6/2024).
"Pelatih nasional menggembleng tim kempo Kaltim dan terakhir guru besar melatih tim kempo PON Kaltim, semoga bisa mempertahankan gelar juara umum di PON Aceh Sumut. Saat ini kempo dijadwalkan training dua kali, satu di dalam negeri dan luar negeri kemungkinan di Jepang,"ungkapnya.
Baca juga: Ahmad Zulfiansyah Perjuangkan Atlet Kempo Kukar hingga ke Kancah Internasional
Ketua Pengda Perkemi Kaltim menjelaskan untuk training dalam negeri training bulan Juli insya allah di Bali.
"Kempo Bali lumayan bagus prestasinya, kita bisa sharing," katanya.
Suasana Bali dinilai bisa meningkatkan semangat para atlet .dan pelatih.
Rencananya, training camp akan dilaksanakan selama 2 minggu di Bali
Sementara untuk latihan di Jepang, rencana juga akan dilaksanakan selama 2 minggu.
"Artinya harus melibatkan banyak pihak termasuk persiapan di Jepang. Target realistis semoga Juara Umum lagi di PON Aceh -Sumut," bebernya.
Baca juga: Pelatda Dilaksanakan Maret 2024, Shorinji Kempo Kaltim Terus Matangkan Persiapan
Sementra untuk mengembangkan kempo, Pengda Perkemi Kaltim ambil wakil terbaik dari kabupaten/kota untuk jadi pengurus periode 2023-2027.
Dikatakan bahwa kualitas atlet di kabupaten/kota saat ini kurang merata, sehingga Deny bertekad cabor yang dinakhodainya ini menjadi lebih baik.
"Jika merata kempo di Kaltim, semua kabupaten/kota bisa melahirkan atlet. Selama ini biasanya atlet terlahir dari Tenggarong dan Samarinda. Selain itu program pembinaan kabupaten/kota terkendala ketebatasan pelatih bersertifikat nasional. Maka program sekarang kita kirimkan miniimal dalam 1 tahun beberapa latihan gabungan di setiap kabupaten/kota dan kita kirimkan pelatih bersertifikat nasional untik melatih di setiap kabupaten/kota. Di 5 kabupaten/kota di Kaltim tak memiliki SDM pelatih mumpuni," pungkasnya. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim.
Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240610_atlet-Pelatda-kempo-Kaltim.jpg)