Liga Italia

8 Tahun Bela Lazio, Luis Alberto Kini Pamit Ucap Kata-kata Perpisahan untuk Laziale

Setelah delapan tahun membela Lazio, gelandang Luis Alberto kini pamit mengirim kata-kata perpisahan untuk Laziale—sebutan untuk fans Lazio.

Editor: Syaiful Syafar
x.com/FabrizioRomano
PAMIT TINGGALKAN LAZIO - Setelah delapan tahun membela Lazio, gelandang Luis Alberto kini pamit mengirim kata-kata perpisahan untuk Laziale—sebutan untuk fans Lazio. 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah delapan tahun membela Lazio, gelandang Luis Alberto kini pamit mengirim kata-kata perpisahan untuk Laziale—sebutan untuk fans Lazio.

Sebagaimana diketahui, Lazio akhirnya resmi menjual Luis Alberto ke klub Qatar, Al-Duhail.

Transfer Luis Alberto dari Lazio ke Al-Duhail selesai dengan biaya 10 juta euro (setara Rp 175 miliar) ditambah bonus.

Biaya transfer itu 12 persen di antaranya diberikan kepada mantan klubnya, Liverpool sebagai bagian dari kesepakatan 4 juta euro yang dibuat pada musim panas 2016 dengan Lazio.

Seiring rampungnya transfer itu, Luis Alberto menulis pesan perpisahan kepada suporter Lazio.

Baca juga: Transfer Liga Italia Terbaru, Lazio Resmi Jual Luis Alberto ke Al-Duhail, Liverpool Kebagian Untung

Pemain yang dijuluki 'Sang Penyihir' merilis video pendek bersama anak-anaknya yang membantu menceritakan kisah pengalaman Luis Alberto di Stadion Olimpico.

Luis Alberto diperkenalkan klub barunya, Al-Duhail.

Berikut kata-kata Luis Alberto yang mengucapkan selamat tinggal kepada Lazio.

"Kami ingin menceritakan sebuah kisah kepada Anda. Ini adalah kisah cinta.

"Seorang pemuda Spanyol dari sebuah desa kecil dekat Cadiz yang tiba di Roma pada usia 23 tahun, tidak pernah membayangkan dirinya bisa menjadi 'Sang Penyihir'.

"Delapan musim mengenakan jersey Lazio, delapan tahun penuh semangat dan dedikasi di setiap pertandingan, di setiap sesi latihan.

"Seiring berjalannya waktu, Kota Abadi menjadi rumahnya dan Stadion Olimpico menjadi rumahnya.

"Seperti dalam setiap kisah cinta, ada saat-saat sulit, luka yang menguji kekuatan dan kekalahan yang menyakitkan seperti luka di jiwa, tetapi dalam cinta, seperti dalam hidup, ada saat-saat yang tak terlupakan.

"Kemenangan, pelukan, 'Aku mencintaimu,' semua kasih sayang dari para penggemar Lazio, 52 gol yang di bawah langit Roma dibaca dengan bangga: 'La pelota semper al Diez.'

"Bersama keluarganya, dia belajar di lapangan dan dalam kehidupan, istri dan anak-anaknya tumbuh dengan membawa Lazio di hati mereka dan menjalani setiap pertandingan dengan intensitas yang menyadari bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga.

"Jadi sekarang, dengan kepuasan dari seseorang yang menjadi bagian dari sejarah Lazio, dia meninggalkan beberapa kenangan indah, banyak teman, rekan satu tim yang hebat dan sekumpulan penggemar yang luar biasa yang akan selalu dia ucapkan: 'Terima kasih atas segalanya dan Forza Lazio.'"

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved