Berita Baikpapan Terkini

Ternyata ini Penyebab Penyakit Tekanan Darah Tinggi Menurut Dokter Spesialis Gizi RSKD Balikpapan

Penyempitan pada pembuluh darah ini, imbuhnya, bisa diakibatkan adanya plak di pembuluh darah yang diakibatkan oleh beberapa faktor.

Penulis: Ardiana | Editor: Nur Pratama
HO dr. Martin/www.drweil.com
Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Martin Ayuningtya. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tekanan darah tinggi tidak hanya dipicu dalam waktu sesaat, Namun terdapat beberapa mekanisme yang mendasari munculnya penyakit tekanan darah tinggi tersebut.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo , Martin Ayuningtyas mengatakan, penyempitan pembuluh darah mengakibatkan terganggunya aliran darah sampai ke bagian paling ujung dari tubuh.

"Tubuh akan memberi "kompensasi" dengan menaikkan tekanannya agar aliran darah mencapainya," ujarnya, Sabtu (29/6/2024).

Penyempitan pada pembuluh darah ini, imbuhnya, bisa diakibatkan adanya plak di pembuluh darah yang diakibatkan oleh beberapa faktor.

Baca juga: Daging Kambing Picu Tekanan Darah Tinggi Mitos, Penjelasan Dokter Spesialis Gizi RSKD Balikpapan

Seperti makanan atau minuman dengan karbohidrat atau gula berlebihan, serta lemak jenuh dan kolesterol berlebihan terutama makanan yang mengandung kombinasi keduanya.

Termasuk juga minuman beralkohol yang dapat menimbulkan efek penyempitan pembuluh darah.

Bahkan, kata dia, sejumlah makanan dan minuman dengan kalori berlebihan juga memicu tekanan darah tinggi.

Diantaranya buah durian dan jus durian yang di campur susu, hingga minuman ber-kafein seperti kopi yang akan meningkatkan denyut jantung.

"Jadi sangat berbahaya mengonsumsi durian dicampur kopi," jelasnya.

Sementara itu, dr. Martin menyebut, penyakit darah tinggi kerap menunjukkan gejala. Namun beberapa hal bisa menjadi tanda adanya penyakit tersebut, seperti sakit kepala hingga tengkuk yang terasa tegang.

Sedangkan, penyakit darah rendah, biasanya menunjukkan rasa lemas, pandangan yang kabur hingga pingsan.

Disamping itu, tambahnya, obesitas atau berat badan berlebih dapat memicu hipertensi. Termasuk, penyakit bawaan seperti bentuk ginjal abnormal yang dapat mengganggu fungsi ginjal, sehingga mengakibatkan gangguan regulasi tekanan darah.

"Faktor genetik dan keturunan juga lebih berisiko terkena hipertensi," pungkasnya.(*)

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved