Tribun Kaltim Hari Ini
Malam Puisi Samarinda Bangkit, Kembali Eksis di Tengah Masyarakat
ERA digital yang serba cepat ini, minat membaca puisi nampaknya kian memudar, terutama di kalangan generasi muda
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Mathias Masan Ola
ERA digital yang serba cepat ini, minat membaca puisi nampaknya kian memudar, terutama di kalangan generasi muda.
Ini tentu menjadi keprihatinan bagi banyak pihak, mengingat puisi merupakan salah satu kekayaan budaya dan seni yang perlu dilestarikan.
Komunitas Malam Puisi Samarinda beri harapan baru bagi pencinta puisi di Kalimantan Timur. Dengan slogan 'Datang, Dengar dan Bacakan' ini, kelompok pegiat literasi ini menggelar giat membaca puisi yang mengajak masyarakat membaca puisi dengan seksama.
Baca juga: Isi Puisi Banteng yang Terluka Dibaca Jelang Rakernas PDIP, Jangan Jadi Pengecut Apalagi Pengkhianat
Sasarannya adalah, warga yang berkunjung di Kedai Satujuan, Jalan DI Panjaitan Kecamatan Samarinda Utara di akhir pekan (29/6/2024).
Salah satu pengurus Malam Puisi Samarinda Muhammad Ryzkhal, mengatakan bahwa tujuan gelaran ini tak lain untuk tetap menghidupkan minat baca puisi di kalangan masyarakat Kota Samarinda.
"Kami merangkul teman-teman yang suka literasi, sastra, dan puisi, untuk ikut jadi bagian ini karena kita tau di Samarinda belum seksi di masyarakat. Jadi harapannya kita bisa mengenalkan puisi ke masyarakat luas," ungkapnya.
Komunitas Malam Puisi Samarinda telah berdiri sejak tahun 2012 dan aktif di berbagai kota di Indonesia. Di Samarinda, komunitas ini telah ada sejak tahun 2013, namun baru memiliki struktur organisasi yang jelas sejak tahun 2019.
Sebelum pandemi Covid-19, Malam Puisi Samarinda rutin mengadakan kegiatan membaca puisi sebulan sekali. Namun, pandemi membuat mereka harus beradaptasi dengan mengadakan kegiatan secara online.
Baca juga: Grup Musik Mevlana Buat Lagu Cinta dari Puisi Sufi Jalaluddin Rumi
Setelah pandemi mereda, Malam Puisi Samarinda kembali menggelar kegiatan tatap muka pada Februari 2020. Namun, antusiasme masyarakat masih kurang, lantaran masih tingginya kasus Covid-19.
Meski demikian, komunitas yang diampu oleh tujuh orang pengurus berasal dari mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) ini tak pantang menyerah. Semangat untuk menghidupkan minat puisi kembali membara usai berhasil memantiknya melalui pertemuan dalam satu meja.
"Setelah sekian lama dan karena ternyata punya waktu luang dan sadar udah lama nggak nulis, dan nggak bikin puisi, akhirnya coba lagi," ungkap Ryzkhal.
"Keresahan banyak tentang puisi, inginnya malam puisi tetap kekal, konsisten berkelanjutan. Karena sebelumnya fleksibel atau nggak tetap," tambahnya lagi.
Baru pada Juni 2024, Malam Puisi Samarinda kembali menggelar kegiatan tatap muka dengan sukses. Kegiatan ini menjadi momen kebangkitan bagi komunitas setelah sempat vakum selama beberapa waktu.
Baca juga: 23 Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar yang Paling Populer Sepanjang Masa
"Harapannya, malam puisi jangan sampai hilang. Rencananya tentu melanjutkan dan kita pengen konsisten 1 bulan sekali. Karena kami ingin ada rasa rindunya terhadap puisi. Bentuk muhasabah diri karena kita menghilang, selanjutnya mungkin jadi kebangkitan," kata Ryzkhal.
Malam Puisi Samarinda juga membuka peluang bagi generasi muda untuk bergabung dan terlibat dalam komunitas ini, melalui rekrutmen pengurus melalui akun Instagram Malam Puisi.
| Jangan Pakai e-KTP saat Check In Hotel, Kemendagri Sarankan Masyarakat Pakai Identitas Lain |
|
|---|
| Sopir Dipaksa Antre Panjang, Penyaluran BBM Subsidi di Balikpapan Sudah Melampaui Kuota |
|
|---|
| Kejagung Tetapkan Hery Susanto Tersangka Dugaan Korupsi Suap Nikel, Jejak Kasus Ketua Ombudsman RI |
|
|---|
| Polemik Pengalihan Kepesertaan JKN dari Provinsi ke Kab/Kota, Wali Kota Samarinda Minta Ditunda |
|
|---|
| Surat Pemprov Kaltim yang Minta Kabupaten/Kota Ambil Alih Pembiayaan BPJS PBI Dianggap Terlambat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240630-Peserta-membaca-puisi-di-Malam-Puisi-Samarinda.jpg)