Berita Samarinda Terkini
Respons Warga Atas Penerapan Parkir Non-tunai di Samarinda, Ada yang Bingung hingga Tidak Tahu
Kebijakan parkir non-tunai alias cashless di seluruh mall Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sudah berjalan hampir sepekan
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kebijakan parkir non-tunai alias cashless di seluruh mall Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur sudah berjalan hampir sepekan.
Namun, sistem baru ini nampaknya masih asing terdengar bagi beberapa warga di Kota Samarinda.
Bahkan menuai kebingungan, terutama yang belum terbiasa dengan pembayaran digital.
Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Andri, warga Kelurahan Air Putih yang menilai bahwa penerapan kebijakan ini masih memerlukan sosialisasi yang masif.
Baca juga: Catatan Kritis Penerapan Parkir Non-tunai di Samarinda, Standarisasi Tarif hingga Nasib Juru Parkir
Menurutnya, sosialisasi belum menyentuh seluruh kalangan masyarakat di Samarinda, Kalimantan Timur.
"Saya rasa cuma menyentuh di beberapa kalangan saja," ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Jumat (5/7/2024).
Andri khawatir sistem ini akan menyulitkan pengunjung dari luar daerah, terutama yang belum mengetahui aturan baru ini.
"Karena tidak semua orang tahu meskipun punya smartphone dan tidak semua orang paham dan belum terbiasa dengan sistem ini," ujarnya.
Baca juga: Kebijakan Parkir Non Tunai di Samarinda Tuai Pro dan Kontra, Banyak Masyarakat yang Tidak Paham
Hal senada juga diungkapkan oleh Nana, warga Samarinda Seberang yang baru mengetahui adanya sistem parkir non tunai ini saat berkunjung ke Bigmall pada Kamis 4 Juli 2024.
"Baru tahu juga kalau ada sistem ini, kemarin sempat bingung," ungkapnya.
Gencarkan Sosialisasi ke Warga
Di sisi lain, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Shania Rizky Amalia meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memaksimalkan sosialisasi terkait pembayaran parkir secara non tunai dengan e-money.
Pasalnya, kebijakan ini sudah berjalan selama hampir sepekan.

Meski mengakui bahwa penggunaan e-money untuk parkir lebih efisien dibanding dengan pembayaran tunai atau scan barcode, namun ia mendorong agar Pemkot terus menjalankan sosialisasi kepada masyarakat.
Shania meyakini, jika sosialisasi yang terus menerus berlangsung, pemahaman ini akan meluas di tengah-tengah masyarakat.
Baca juga: Gedung Tua Plaza 21 Samarinda Resmi jadi Kantong Parkir, Bakal Dilengkapi Kafe
Ditambah lagi, kebijakan ini merupakan langkah optimal untuk meminimalisasi penyalahgunaan retribusi. Sebab itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk siap dengan kebijakan baru ini.
“Kami harap seluruh masyarakat dapat mengikuti perkembangan ini, sehingga setiap tempat, termasuk area parkir, sebaiknya menggunakan sistem elektronik," kata Shania.
Bank-bank yang sudah memiliki layanan e-money. "Saya harap bisa aktif dalam penyediaannya," pungkas Shania.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.