Berita Samarinda Terkini
Catatan Kritis Penerapan Parkir Non-tunai di Samarinda, Standarisasi Tarif hingga Nasib Juru Parkir
Penerapan parkir non tunai di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mendapat catatan kritis dari akademisi sekaligus pengamat ekonomi
Penulis: Ilo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penerapan parkir non tunai di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur mendapat catatan kritis dari akademisi sekaligus pengamat ekonomi Kalimantan Timur dari Universitas Mulawarman Samarinda.
Hal ini disampaikan oleh Purwadi Purwoharsojo, dari Universitas Mulawarman, menyatakan, penerapan parkir non tunai di beberapa titik di Kota Samarinda perlu ada beberapa aspek yang harus dibenahi, termasuk satu di antaranya harus memikirkan bagaimana dengan juru parkirnya.
Secara konsep, Purwadi memberikan apresiasi, tanggapan positif atas penerapan gaya hidup non tunai, uang elektronik.
Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah maju menuju kota pintar (smart city) dan membawa transparansi dalam pengelolaan parkir.
Baca juga: Tegakkan Aturan, Parkir dan Jukir Liar di Balikpapan Ditertibkan
"Soal penerapan parkir Non Tunai di mall-mall bagus saja, artinya ini bagian kecil dari smart city. Secara kalkulasi pasti lebih transparan," ujar Purwadi.
Belum Sepenuhnya Seragam
Namun, ia juga menyoroti beberapa aspek yang perlu dibenahi, seperti standarisasi tarif parkir yang belum sepenuhnya seragam.

“Misalnya mau beberapa jam parkirnya tapi bayarnya tetap Rp 4 ribu. Itu juga harus diseragamkam, supaya tidak menimbulkan kecemburuan dengan gedung parkir lain,” ungkapnya.
Nasib Juru Parkir
Terkait aspek lainnya, Purwadi Purwoharsojo, pengamat Ekonomi, mempertanyakan nasib jukir (juru parkir) binaan Dishub yang terdampak kebijakan ini.
Sebagai contoh, seperti di sepanjang Jalan Agus Salim dan Jalan Pangeran Diponegoro yang saat ini masih terlihat aktifitas jukir.
Baca juga: Plaza 21 Samarinda Beralih Fungsi, Pengamat Unmul Minta Pemkot Tata Juga Jukir Liar
“Bagaimana kabar jukir binaan Dishub? Jangan sampai uangnya menguap, harusnya itu retribusi yang masuk ke negara. Kalau memang mau semua potensi PAD digali, jangan sebelah digali sebelah ditutupi,” ucapnya.
Di samping itu pengamat ekonomi Samarinda ini juga menyoroti pentingnya informasi ketersediaan kantong parkir.
Sebab itu, ia mengusulkan agar Pemkot dapat mengembangkan sistem serupa Google Maps untuk menampilkan informasi real-time terkait ketersediaan kantong parkir.
Dipaparkannya, sistem ini, yang dilengkapi dengan CCTV, dapat membantu masyarakat mencari tempat parkir dengan mudah dan meminimalisir kemacetan.
Baca juga: Dishub Kota Samarinda Akan Segera Berlakukan Parkir Non Tunai, Ini Cara Bayar Pakai Uang Elektronik
600 Personel Polisi Disiagakan untuk Amankan Aksi Aliansi Mahakam di Samarinda 1 September |
![]() |
---|
Samarinda Bergejolak, Aliansi Mahakam Undang Warga Kaltim Turun Aksi 1 September |
![]() |
---|
Warga Samarinda Keluhkan Macet Proyek Saluran Air di Jalan Kadrie Oening |
![]() |
---|
Polresta Samarinda Gelar Salat Gaib untuk Driver Ojol, Doakan Affan Kurniawan |
![]() |
---|
Pustakawan dan Pengelola Perpus Antusias Ikut Workshop Jurnalistik, DPK Kaltim Undang 2 Profesional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.