Selasa, 21 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Tips Hindari Dampak Buruk Mager, Dokter RSKD Balikpapan Sarankan Olahraga 30 Menit

Kurang bergerak atau yang dikenal sebagai istilah mager ternyata memiliki dampak negatif untuk kesehatan tubuh

|
Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA KINAN
Potret Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Martin Ayuningtyas, menyatakan, World Health Organization merekomendasikan aktivitas olahraga minimal dilakukan selama 150 menit dalam seminggu, atau setara dengan 30 menit dalam 5 hari.  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kurang bergerak atau yang dikenal sebagai istilah mager ternyata memiliki dampak negatif untuk kesehatan tubuh.

Seperti menimbulkan penyakit obesitas, hingga radang pada sendi-sendi. 

Untuk itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Dr. Kanujoso Djatiwibowo, Martin Ayuningtyas menyarakan agar masyarakat terus banyak bergerak dan melakukan ragam aktivitas. 

Sebab, kata dia, banyak beraktivitas dapat memperpanjang umur karena regenerasi sel tubuh menjadi lebih baik.

Baca juga: RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Pastikan Insiden Kebakaran tak Ganggu Pelayanan Medis

"Sehingga, terhindar berbagai penyakit baik infeksi (daya tahan menjadi lebih baik) dan non infeksi (karena penyakit metabolic tidak terjadi)," ungkapnya, Sabtu (6/7/2024). 

Ia membeberkan, World Health Organization (WHO) merekomendasikan aktivitas olahraga minimal dilakukan selama 150 menit dalam seminggu, atau setara dengan 30 menit dalam 5 hari. 

"Jadi, bisa olahraga selama 30 menit perhari. Dipilih 5 hari waktu olahraganya dalam seminggu," jelasnya. 

Dokter Martin juga membeberkan, tingkat aktif seseorang dapat dikategorikan berdasarkan jumlah langkah per harinya. 

Di antaranya, seseorang dengan gaya hidup sederhana bisa melakukan kurang dari 5.000 langkah perhari, sementara seseorang yang sedikit aktif dapat melakukan 5.000 hingga 7.499 langkah per. 

Bahkan, sesering juga bisa bergerak dalam 5.000 sampai dengan 9.999 langkah perhari, saat dirinya lumayan aktif. 

Termasuk juga, mereka yang melakukan kurang lebih 10.000 langkah per hari, dikategorikan aktif, serta lebih dari 12.500 langkah perhari saat dirinya sangat aktif.

Mulai berpikirlah dengan menyederhanakan istilah olah raga agar tidak berat. Lebih baik duduk daripada tidur tiduran saja, lebih baik berdiri dan berjalan daripada hanya duduk duduk saja.

"Kegiatan yang pasti dilakukan oleh setiap kita yang kakinya masih bisa berjalan," tutur dr. Martin. 

Untuk itu, ia juga menyarankan agar mengubah mindset dalam memandang aktivitas berolahraga sebagai kegiatan yang ringan. 

"Maka perbaiki langkah kakinya. Perbanyak langkahnya. Melangkah lah lebih lebar dan lebih bertenaga, dan perbanyak langkah kakinya," pungkasnya. 

(*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved