Tribun Kaltim Hari Ini
Wisata Kampung Tembudan di Berau Kaltim Tidak Ingin jadi Tempat Persinggahan
beberapa lokasi wisata yang berada di Kampung Tembudan dan dikelola oleh pihak BUMK Rindang Jaya, yakni: Lubang Subuyan, Goa Bayan, Air Terjun Kakarau
Penulis: Martinus Wikan | Editor: Budi Susilo
BUMK Rindang Jaya yang berada di Kampung Tembudan, ingin jadikan wisata mereka tidak hanya sekedar tempat persinggahan, bagi masyarakat yang berlibur. Lantaran, sejauh ini, wisata yang berada di Kampung Tembudan berada di tengah akses menuju Kecamatan Bidukbiduk dan Talisayan. Sehingga, banyak wisatawan yang niatnya hanya sekedar singgah saja. Bukan menjadi pilihan utama untuk berwisata.
CONTOHNYA, wisata Telaga Biru, yang banyak menjadi tempat persinggahan bagi wisatawan yang hendak menuju Bidukbiduk. Direktur BUMK Rindang Jaya Arief Swasono menjelaskan, pihaknya memiliki target untuk menjadikan wisata di Kampung Tembudan, menjadi pilihan bagi masyarakat.
“Sebenarnya tidak hanya Tembudan saja, kecamatan Batu Putih secara keseluruhan. Kita tidak ingin ada mindset yang menjadikan wisata kita hanya sebagai tempat persinggahan,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (18/7/2024).
Arief menjelaskan, kampung Tembudan memiliki banyak potensi dan lokasi wisata yang beragam.
Bahkan, pihaknya memiliki paket perjalanan wisatawan. Yang jelas, ditegaskan Arief, Kampung Tembudan, Batu Putih tidak kalah pariwisatanya dibandingkan Bidukbiduk maupun Talisayan.
“Kami memiliki paket wisata, ada berbagai paket wisata. Namun belum berjalan maksimal,” jelasnya.
Ia membeberkan beberapa lokasi wisata yang berada di Kampung Tembudan dan dikelola oleh pihak BUMK Rindang Jaya, yakni:
Lubang Subuyan, Goa Bayan, Air Terjun Kakarau, Telaga Biru atau Tulung ni Lenggo, Susur Sungai Ekowisata Mangrove, Festival 1.000 Lemang hingga wisata sejarah, serta ada beberapa lainnya yang masih terus digali potensinya.
Untuk mengupayakan hal tersebut, pihaknya terus bekerjasama dengan berbagai pihak swasta maupun pihak pemerintahan. Agar, pariwisata di kampung Tembudan lebih eksis dibandingkan yang sekarang.
Apalagi, daerah pesisi selatan Berau, juga masuk dalam peta pariwisata Kabupaten Berau. Menurut mereka, wisata mereka juga tidak kalah dengan wisata yang berada di Bidukbiduk maupun di Talisayan.
Saat ini, mereka akan memaksimalkan Telaga Biru, untuk dapat buka hingga 24 jam. Tetapi aktifitas wisata alam di Telaga Biru akan aktif pada siang hari.
Mereka akan mengusung konsep tepian, dan memberikan semacam turap pada daerah sungai.
Tidak hanya itu, tujuan dari pemaksimalan wisata di Kampung Tembudan juga diharapkannya dapat memperkerjakan pihak masyarakat Kampung Tembudan itu sendiri, dan membuka peluang lapak pekerjaan.
“Untuk pengelolaan BUMK Rindang Jaya selalu kami perbaiki agar lebih bagus. Dan kami memiliki tujuan, agar wisata itu bisa datang ke Tembudan langsung, bukan memilki mindset untuk singgah saja,” tutupnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240426_Dana-Reboisasi-Bagi-Berau-Kaltim.jpg)