Berita Kukar Terkini
Aktivitas Diduga Tambang Ilegal di Desa Perangat Kukar Kembali Marak
Aktivitas yang diduga tambang ilegal di wilayah Desa Perangat, Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, kembali marak.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Aktivitas yang diduga tambang ilegal di wilayah Desa Perangat, Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur, kembali marak.
Hal itu terpantau dari lalu lalang truk di jalan poros Bontang Samarinda. Truk-truk tersebut mudah ditandai. Di bagian kaca depan terdapat nomor truk. Saat muatan bak truk ditutup dengan terpal.
Sementara di setiap simpang yang diduga menjadi lokasi tambang ilegal berdiri satu dua orang penjaga, yang menggunakan stik lampu.
Lokasinya RT 15 Desa Perangat Selatan. Lokasinya hanya sekira 30 meter dari Musala Darul Muqommar.
Baca juga: Tambang Ilegal Kepung Sekolah Orangutan di Labanan Berau
"Aktivitas tambang ilegal ini, dilakukan terang-terangan. Mereka seperti tidak takut ditindak," kata seorang warga yang menolak namanya disebut terang, Senin (29/7/2024).
Kepada Tribunkaltim.co sumber tersebut memperlihatkan beberapa video yang direkam dalam mobil pribadinya.
Tergambar aktivitas truk-truk yang diduga memuat batu bara ilegal itu, pada siang hari.
"Cukup berhenti 5 menit saja di pinggir jalan, kamu bisa melihat jelas banyak truk yang keluar masuk dari lokasi yang ditambang, di Desa Perangat," tuturnya.
Ia menyebut truk tersebut berjalan sejauh sekira 3 kilometer, menuju jalan masuk yang masih berupa tanah. Di sana ditengarai terdapat pelabuhan untuk mengapalkan batu bara tersebut.
Menurutnya aktivitas ini sudah berlangsung lama dan belum ada penindakan. Baik dari kepolisian, maupun OPD terkait.
Perlu diketahui wilayah Desa Perangat, Kutai Kartanegara masih masuk wilayah hukum Polres Bontang.
Dihubungi terkait hal ini, Kasat Reskrim Polres Bontang Iptu Hari Supranoto mengaku akan menindaklanjuti hal tersebut.
"Kita akan selidiki. Kalau didapat akan dikabari," ucap Hari.
Baca juga: Tambang Ilegal Kepung Sekolah Hutan di Berau, BKSDA Kaltim harus Relokasi 5 Orang Utan, Respons ESDM
Beberapa waktu lalu, Kapolres Bontang AKBP Alex Prestiyan Lumban Tobing mengatakan, bahwa pihaknya sudah sering melakukan patroli. Namun belum menemukan aktivitas tambang yang dimaksud.
Pernyataan Alex, tak jauh berbeda dengan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yulianyo. Ia mengatakan bisa saja saat polres melakukan patroli, truk yang terindikasi membawa batu bara ilegal sedang tidak beroperasi, sehingga tidak ketemu.
“Tapi kami akan ingatkan terus ke polres untuk terus mengadakan patroli dan menindak jika ditemukan pelanggarannya,” terangnya. (*)
