Rabu, 8 April 2026

Berita Mahulu Terkini

Masyarakat Mahulu Masih Terkendala Akses Internet, Ini Tanggapan Diskominfo Markus Wan

Memiliki luas wilayah sebesar 15.315 km persegi yang terdiri dari 5 kecamatan dan 50 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 28.833 jiwa

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Kristiani Tandi Rani
Kadis Kominfostandi Mahulu, Markus Wan mengatakan untuk kebutuhan jaringan menggunakan Microwave link. 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Sebagai daerah perbatasan Indonesia - Malaysia, kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) adalah daerah yang berada di hamparan sungai Mahakam.

Memiliki luas wilayah sebesar 15.315 km persegi yang terdiri dari 5 kecamatan dan 50 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 28.833 jiwa.

Mahulu yang juga merupakan daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar atau 3T, di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) hingga saat ini terus berupaya untuk memenuhi akses layanan komunikasinya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Mahulu, Markus Wan mengatakan untuk kebutuhan internet menggunakan Microwave link atau Palapa Ring Tengah.

Baca juga: Pemkab Mahulu Akan Beri Beasiswa bagi Siswa SMP untuk Lanjutan ke SMA Unggulan di Kaltim

"Mahulu termasuk dalam 17 kabupaten dan kota di Kaltim yang dilintasi Microwave Link tersebut yang mana ada jaringan kabel serat optik sepanjang 2.995 kilometer terdiri dari kabel serat optik darat, laut dan microwave," katanya, Kamis (1/7/2024).

Penggunaan Palapa Ring Tengah di wilayah Mahulu digunakan karena microwave link merupakan sistem komunikasi yang menggunakan gelombang mikro (microwave) pada rentang frekuensi tertentu untuk mengirimkan sebuah data ke lokasi lainnya (point to point) dengan jarak hingga puluhan kilometer.

"Pemanfaatan sistem microwave link untuk Proyek Palapa Ring di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu tentu dipengaruhi banyak hal, salah satunya faktor topografi alam dan ketersediaan infrastruktur dasar," ujarnya.

Dengan mendukung jaringan microwave link di Mahulu tentu dibangun satu link (backbone) darat sepanjang 186 km dengan kapasitas 100G, 6 Hop Microwave, dan 7 menara telekomunikasi (Microwave TE) dengan kapasitas 7 channel frekuensi dengan kapasitas 1G.

"Oleh karena itu, pada tahun 2023 lalu terdapat 15 kampung yang masyarakatnya sudah dapat menikmati layanan fiber optik program palapa ring. Sisanya masyarakat di 35 Kampung harus menggunakan antenna V-Sat untuk mendapatkan jaringan data internet," sebutnya.

Sampai saat ini, pembangunan tower BTS yang sudah dibangun di Mahulu terdapat 33 unit bakti Kominfo, 10 unit Pemkab Mahulu dan enam unit dari Telkomsel.

Akibat jaringan yang tak kunjung baik, berbagai bidang pun ikut merasakan dampak yang signifikan. Salah satunya adalah di bidang pendidikan.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Long Bagun, Juk Hajang mengungkapkan implementasi Kurikulum Merdeka di Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur masih terkendala dengan sarana penunjang, terutama yang berkaitan dengan teknologi informasi.

Kurikulum Merdeka Belajar memang mempunyai konsentrasi pengembangan pembelajaran yang fleksibel, namun ketergantungannya terhadap akses internet menjadi lebih kuat.

Ia mengatakan sekolah di Mahulu khususnya SMA Negeri 1 Long Bagun masih cukup terkendala dalam menerapkan media pembelajaran menggunakan online.

Hal ini disebabkan karena jaringan di kabupaten paling hulu Kaltim ini masih sering mengalami masalah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved