Berita Nasional Tekini

Ahok Buka-Bukaan Program Makan Gratis Kabinet Prabowo-Gibran Lebih Bagus dari Internet Gratis Ganjar

Ahok buka-bukaan program Makan Bergizi Gratis kabinet Prabowo-Gibran lebih bagus dari internet gratis Ganjar Pranowo

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Instagram/basukibtp
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. Ahok buka-bukaan program Makan Bergizi Gratis kabinet Prabowo-Gibran lebih bagus dari internet gratis Ganjar Pranowo 

TRIBUNKALTIM.CO - Makan Bergizi Gratis akan menjadi program andalan di kabinet Prabowo-Gibran.

Hal ini sesuai dengan janji kampanye Prabowo Subianto di Pilpres 2024 lalu.

Sebelumnya, progam Makan Bergizi Gratis ini bernama Makan Siang Gratis.

Baca juga: Bukan Anies! Ahok Bocorkan RK, Jagoan KIM Plus akan Lawan Calon Independen di Pilkada Jakarta 2024

Ketua DPP PDIP Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pun mengakui program makan siang gratis lebih bagus dibandingkan janji internet gratis yang digaungkan Ganjar Pranowo.

“Waktu itu ada isu kan, makan siang gratis.

Saya kan di tim sebelah (Ganjar Pranowo-Mahfud MD), gue kan merah (PDI-P).

Gue bilang, makanya gue bilang, ini masalah loh.

Ini kampanyenya top ini,” ujar Ahok dalam acara Ask Ahok Anything yang dilaksanakan di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (3/8/2024).

Menurutnya, program makan siang gratis ini mengalahkan program internet gratis yang digaungkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD waktu itu.

Program makan siang gratis ini, lanjutnya, juga dapat menjawab keresahan di masyarakat yang masih condong mengedepankan masalah perut.

Sebagai contoh, jika pada satu keluarga yang ekonominya rendah dan ada tiga anak di dalamnya, maka melalui program makan siang gratis, beban orang tua pun berkurang.

Baca juga: Cagub Terkuat di Jawa Barat Tersingkir! Hasil Survei Terbaru Pilkada Jabar 2024 Jadi Makin Sengit

Ahok pun berkelakar, jika dirinya maju dalam pemilihan, dia akan menjanjikan penghasilan setara dengan upah minimum provinsi untuk setiap keluarga.

Atau sekitar Rp 5 juta setiap bulan untuk di Jakarta.

Dia menyadari bahwa janji-janji kampanye tersebut tentunya belum dihitung dengan teliti.

Terutama mengenai anggaran dan kelayakan rencana program-program tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved