Senin, 27 April 2026

Berita Bontang Terkini

Kontroversi Cara Warga Bontang Bubarkan Balap Liar, Lempar Benda Sampai Pengendara Jatuh Terpental

Viral aksi warga Bontang bubarkan balap liar. Lempar benda sampai pengendara terpental dari motor.

Kolase Tribun Kaltim
Tangkapan layar warga bubarkan aksi balap liar di Bontang, Kalimantan Timur - Kontroversi aksi warga Bontang bubarkan balap liar. Lempar benda sampai pengendara terpental dari motor. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Cara warga Bontang bubarkan balap liar jadi kontroversi publik.

Warga yang resah dengan aksi balap liar di Bontang melempar benda sampai pengendara terpental dari motor.

Aksi tersebut lantas viral di media sosial.

Cara warga Bontang tersebut menuai beragam respons, ada yang mendukung karena balap liar meresahkan publik.

Pun ada yang tak setuju, lantaran cara tersebut dapat mengakibatkan resiko kematian bagi pengendara.

Sebagai informasi, aksi balap liar itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Tanjung Laut, Bontang Selatan, Sabtu (3/8/2024) malam.

Baca juga: Viral, Aksi Balap Liar Bontang Dibubarkan Pakai Cara Dilempar, Pembalap Terkapar di Jalan

Dari potongan video yang diterima Tribunkaltim.co, aksi balap liar ini nampak diikuti 5 sampai 6 motor.

Namun saat melintas tepat di depan Kantor Pajak, Gunung Sari, sekelompok orang yang menunggu di pinggir jalan melempar sesuatu material yang diduga sebuah batu.

Seketika itu satu pengendara pun terjatuh, dan korban dikerumuni.

"Tangkap-tangkap" begitu suara yang terdengar dalam rekaman video tersebut.

Namun, cara pembubaran itu menuai kontroversi.

"Itu bukan membubarkan tapi mencelakakan dengan segaja, kenapa nggak sebelum dimulai dihadang memang? Kalau dia mati bagaimana itu yang melempar kayu," kata akun Instagram Suciprivat.

Baca juga: Kondisi Terkini Balita Korban Penganiayaan Orang Tua di Bontang, Pemerintah Bayar Semua Pengobatan

Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasat Lantas Polres Bontang AKP MD Djauhari mengaku belum bisa menjawab peristiwa tersebut secara menyuluruh.

Media ini diminta ke Mako Polres Bontang untuk mendapat keterangan resmi terjadwal dari kepolisian.

"Ada 11 rekan media menanyakan hal yang sama. Untuk sekaligus menjawabnya, silakan datang ke kantor," ujarnya melalui pesan singkat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved