Berita Balikpapan Terkini
Respons PDAM Balikpapan Saat Ada Tawaran Air Curah dari SPAM Mahakam Samarinda
Walikota Andi Harun menawarkan Balikpapan untuk membeli air curah dari Kota Tepian. Tepatnya dengan memanfaatkan SPAM Mahakam
Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Andi Harun menawarkan Balikpapan untuk membeli air curah dari Kota Tepian. Tepatnya dengan memanfaatkan SPAM Mahakam.
Dengan rencana sistem kerjasama, Perumda Tirta Kencana Samarinda siap melakukan investasi.
Mulai dari pembangunan intake dan IPA di Harapan Baru, hingga menyediakan jaringan pipa ke Balikpapan.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Yudhi Saharuddin mengatakan, bahwa sejatinya, pihaknya sudah lama menerima surat tawaran tersebut. Namun, saat ini SPAM Mahakam masuk dalam proyek strategis Provinsi.
Baca juga: Cara PDAM Balikpapan Atasi Keterbatasan Air Baku, Terapkan Rekayasa Distribusi Air Bersih
Sehingga, imbuh Yudhi, karena ini lintas wilayah, maka menjadi wewenang provinsi untuk mengatur air tersebut.
"Yang jelas, Balai Wilayah Sungai (BWS) sudah menyatakan pertemuan dengan Pak Basuki (Menteri PUPR). Saat ini, SPAM Mahakam lagi diatur feasibility study-nya BWS Kalimantan IV," tambahnya, Selasa (6/8/2024).
Pada intinya, kata Yudhi, penawaran dari Samarinda ini berkaitan dengan rencana Balikpapan yang ingin menggunakan SPAM Mahakam sebagai sumber air baku.
Dengan menginisiasi memorandum of understanding (MoU) antara tiga daerah, saat ini berlangsung di rapat paripurna istimewa HUT ke-127 Balikpapan, awal tahun. Di antaranya Kutai Kartanegara, dan Penajam Pase Utara.
"Jadi sebenarnya konsep ini yang sudah kita usung. Kami bersyukur dapat respons yang positif dari Wali Kota Samarinda,"
Namun, sekali lagi, karena SPAM regional masuk wilayah provinsi, lantaran berada dalam lintas wilayah.
Yudhi menekankan, PTMB masih mengikuti proses yang tengah berjalan. Balikpapan terbuka dengan skema apa saja. Misalnya Samarinda dan Balikpapan dengan sistem business to business.
Baca juga: Perhitungan Kerugian Negara Pengadaan Nanobubble di PDAM Balikpapan Ditarget Rampung Bulan Ini
"Kalau kerja sama dengan siapapun tidak masalah, kita oke saja, mana paling potensial. Intinya kami siap ambil dari Mahakam," tuturnya.
Yudhi menerangkan, rencana tersebut sudah disampaikan Bappenas dan Kementerian PUPR. Kemudian dibahas dalam rapat terakhir bersama BWS Kalimantan IV dan Bappeda Kalimantan Timur.
Saat ini, lanjutnya, masih dalam proses feasibility study (FS) dan kemungkinan 2026 sudah bisa terealisasi.
"Kita berharap 2026 sudah bisa jalan layanannya. Karena pipanya kan panjang, lebih dari 100 kilometer. Jadi pembangunannya juga butuh waktu," pungkasnya. (*)
| Uniba Balikpapan WFH Setiap Jumat, Rektor Minta Pembelajaran Tetap Fleksibel dan Berkualitas |
|
|---|
| Pemkot Balikpapan Evaluasi Program Pertanian Gunung Binjai, Luas Tanam Naik Signifikan |
|
|---|
| Dorongan Revisi RTRW Menguat, DPRD Balikpapan Soroti Ketidaksesuaian Tata Ruang |
|
|---|
| Pemohonan SIM di Polresta Balikpapan di Hari Pertama Penerapan WFH ASN Tetap Stabil |
|
|---|
| Tilang Elektronik Balikpapan Ditingkatkan, Pelanggaran Knalpot Brong hingga Tanpa Helm Ditindak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240805_PDAM-Yudhi-Saharuddin.jpg)