Ibu Kota Negara

Prabowo Blak-Blakan Akui Jadi Investor di IKN Nusantara, Hashim Sudah Lama Punya Bisnis Dekat KIPP

Prabowo Subianto blak-blakan akui jadi investor di IKN Nusantara, Hashim Djojohadikusumo sudah lama punya bisnis dekat KIPP

Editor: Rafan Arif Dwinanto
Kompas.com/Garry Lotulung
Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Stasiun MRT Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (13/7/2019). Prabowo Subianto blak-blakan akui jadi investor di IKN Nusantara, Hashim Djojohadikusumo sudah lama punya bisnis dekat KIPP 

TRIBUNKALTIM.CO - Prabowo Subianto akhirnya buka-bukaan dirinya merupakan salah satu investor IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

Presiden Terpilih ini menegaskan melakukan investasi ini sebagai pengusaha.

Dengan demikian, Prabowo Subianto berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan IKN Nusantara.

Hal ini disampaikan Prabowo Subianto saat mendampingi Presiden Jokowi wawancara dengan media di IKN, Senin (12/8/2024).

Dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Prabowo mengaku bahwa dirinya adalah investor dalam proyek IKN. 

Baca juga: Bukan Tersadera Korupsi, Golkar Bocorkan Alasan Airlangga Mundur, Kawal Transisi ke Kabinet Prabowo

“Salah satu investornya saya sendiri sebagai pengusaha,” ujar Prabowo.

Prabowo pun berjanji bakal meneruskan pembangunan IKN. 

Bahkan, Menteri Pertahanan (Menhan) ini ingin jika ia menjadi bagian dari pihak yang bisa menyelesaikan pembangunan Ibu Kota baru Indonesia itu. 

"Pak Jokowi saya kira sudah mengambil peran sejarah beliau yang inisiasi, minimal saya lanjutkan kalau bisa saya ikut yang menyelesaikan," tambah dia.

Di sebelah Kepala Negara, Prabowo menuturkan, pembangunan IKN tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. 

Namun demikian, ia meyakini dalam lima tahun ke depan, Ibu Kota baru bakal bisa dinikmati oleh masyarakat.

"Kita sadar pembangunan ibu kota itu bukan pekerjaan yang sebentar ya, pekerjaan yang lama yang berat.

Tapi saya percaya dalam 3,4,5 tahun fungsi daripada ibukota ini sudah bisa berjalan ya," kata Prabowo. 

"Ini saya bukan orang teknik, tapi saya empiris, saya juga orang lapangan saya juga banyak membangun.

Saya kira kalau kita lihat, optimis ya, dan nanti akan kelihatan betapa manfaat daripada pemindahan ini walaupun nanti tentunya banyak yang masih harus kita kerjakan," ucapnya.

Baca juga: 3 Hasil Survei Terbaru Pilkada Jateng 2024, Bambang Pacul Bongkar Kans Andika Perkasa-Gus Yusuf Duet

Usaha Adik Prabowo di Dekat KIPP IKN

Pengusaha sekaligus adik dari Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, tampaknya memiliki peluang besar untuk mengembangkan bisnis air bersih di IKN Nusantara.

Perlu diketahui, jauh sebelum Presiden Jokowi menunjuk Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai wilayah ibu kota negara yang baru, Hashim telah lebih dulu memiliki bisnis penyediaan air bersih di bawah naungan Arsari Group dengan nilai USD 330 juta.

Bisnis air bersih ini awalnya untuk memenuhi kebutuhan operasional Arsari Group di daerah dekat Kawasan Inti Pusat Pemerintaha atau KIPP IKN.

Hashim pun menyewa konsultan asal Belanda, Witteveen Bos, untuk mensurvei pasokan air.

Sebelum adanya IKN, Arsari Group telah merencanakan untuk memasok air bersih di wilayah Kalimantan Timur, seperti Balikpapan, Samarinda, Kota Bangun, Tenggarong, Kabupaten PPU, dan sekitarnya.

Pada tahun 2022, Hashim pernah mengatakan bahwa waduk yang dimiliki perusahaan hanya berjarak 25-30 km dari Istana Presiden di KIPP IKN Nusantara.

Sehingga dirinya siap jika pemerintah membutuhkan pihaknya untuk memenuhi kebutuhan air di sana.

Namun, saat dihubungi Kontan, Hashim tidak menjawab terkait perkembangan proyek untuk memasok air di IKN dari Arsari Group di tahun 2024 ini.

Baca juga: Rekaman Suara Bocor! Anies Ternyata Protes Diberi Deadline oleh PKS, Survei Terbaru Pilkada Jakarta

Selain Hashim, di Indonesia ada beberapa perusahaan pengelola air bersih, baik swasta maupun BUMN.

Contohnya PT Nusantara Infrastructure Tbk (META), yang awalnya merupakan perusahaan kontraktor konstruksi, melalui anak usahanya PT Potum Mundi Infranusantara (POTUM), melirik bisnis pengelolaan air bersih di dalam negeri.

Saat ini, POTUM telah mengelola air bersih di SCTK Serang Banten dengan kapasitas produksi sebesar 375 liter per detik (lps), dan DCC di Medan dengan kapasitas produksi sebesar 200 lps.

Namun, terkait bisnis air di IKN, Head of Corporate Communication & CSR Nusantara Infrastructure Indah D.P. Pertiwi mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum turut serta dalam proyek-proyek di IKN.

"Untuk saat ini, POTUM memang belum turut serta dalam mengambil bagian proyek air bersih di wilayah IKN.

Namun demikian kami akan terus menggali peluang-peluang bisnis yang mungkin untuk dijajaki," ungkap Indah beberapa waktu lalu.

Selain META, ada juga Adaro Water, anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang memiliki beberapa proyek pengelolaan air bersih, seperti fasilitas pengolahan air (WTP) berkapasitas 200 lpd di Bekasi, Jawa Barat dan WTP berkapasitas 500 lpd di Medan, Sumatra Utara.

Sama seperti META, Adaro belum menunjukkan keterlibatannya dalam proyek pengelolaan air di IKN.

Presiden Direktur Adaro Water Ahmad Rosyid mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih belum memiliki rencana untuk mengambil bagian di IKN.

Baca juga: Dinilai Bernuansa Mistis, Nyoman Nuarta Beber Tahapan Perubahan Warna Istana Garuda di IKN Nusantara

“Adaro Water sampai dengan saat ini masih belum memiliki rencana untuk ambil bagian dari penyediaan air minum di IKN,” katanya.

Lain halnya dengan PT Adhi Karya Tbk. (ADHI) yang telah melakukan pembangunan prasarana penyediaan air baku di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Proyek ini merupakan proyek KSO ADHI dengan Selaras dan Ikhsan dengan total rencana pengambilan debit air baku sebesar 3.000 liter per detik.

Pembangunan prasarana intake dan jaringan pipa transmisi di Sungai Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara ini merupakan program pengelolaan sumber daya air untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di IKN yang berasal dari Sungai Sepaku.

“Proyek ini akan menyediakan air baku untuk air bersih yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehari-hari yang harus disediakan pemerintah mulai dari standar pelayanan minimal sampai dengan target pemenuhan kebutuhan air bersih 100 persen di IKN,” ungkap Direktur Operasi II, Suko Widigdo.

Perusahaan BUMN lain, Brantas Abipraya (Persero) juga tercatat telah membangun embung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di IKN sebagai upaya untuk menanggulangi luapan air hujan.

Brantas Abipraya membangun sebanyak 14 embung di IKN, tepatnya di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. 

Baca juga: Bukan Meminta-minta, PDIP Beri Saran Soal Sosok Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran

Proyek ini mulai dikerjakan pada akhir tahun 2022 lalu dan ditargetkan selesai pada awal tahun 2024.

“Embung ini berfungsi mengendalikan potensi banjir di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

Selain itu, belasan embung ini dibangun dengan tujuan memerindah kota serta mendinginkan suhu udara yang terkadang terasa cukup panas,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komitmen Lanjutkan IKN, Prabowo: Salah Satu Investornya Saya Sendiri sebagai Pengusaha"

Ikuti berita populer lainnya di Google News Tribun Kaltim

Ikuti berita populer lainnya di saluran WhatsApp Tribun Kaltim

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved