Berita Nasional Terkini
Alasan Selat Sunda dan Mentawai-Siberut Lebih Diwaspadai padahal Indonesia Punya 16 Megathrust
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mewaspadai potensi gempa besar di dua zona megathrust Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa waktu belakangan, pembahasan soal gempa megathrust ramai dibicarakan.
Gempa yang disebut menghantui Indonesia itu tinggal menunggu waktu untuk meledak di dua wilayah.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pihaknya mewaspadai potensi gempa besar di dua zona megathrust Indonesia.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, zona megathrust Mentawai-Siberut di sepanjang batas barat Pulau Sumatera dapat menyebabkan gempa hingga magnitudo 8,9.
Baca juga: Apa Itu Gempa Megathrust dan Daerah Mana yang Terkena Dampaknya? Ini Penjelasan BMKG
Sementara, zona megathrust Selat Sunda diperkirakan bisa memicu gempa dahsyat dengan kekuatan M 8,7.
"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," ujar Daryono, Senin (12/8/2024).
Untuk diketahui, Indonesia sebenarnya memiliki total 16 zona megathrust yang berada pada 6 zona subduksi aktif.
Lantas, mengapa megathrust di zona Mentawai-Siberut dan Selat Sunda menjadi wilayah yang lebih diwaspadai?
Penjelasan ahli Guru Besar
Bidang Geodesi Gempa Bumi Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan, hanya dua zona megathrust tersebut yang belum rilis atau terjadi gempa besar.
"Sesudah gempa Aceh 2004, Nias 2005, kemudian gempa Padang 2009, gempa 2010 di bagian bawah dari Mentawai," kata Irwan saat diwawancarai dalam "Obrolan Newsroom" Kompas.com, Kamis (15/8/2024).
"Nah, bagian tengah kok enggak, itu kemudian menimbulkan banyak diskusi di kalangan ahli. Kenapa itu perlu menjadi perhatian? Karena itu paling tidak dalam catatan sejarah pada 1797 dan1833, pernah terjadi," tambahnya.
Menurutnya, ada tiga kondisi yang bisa digunakan untuk memastikan suatu daerah berpotensi gempa atau tidak.
Pertama, potensi gempa dapat dilihat dari data historis atau sejarah suatu wilayah. Sebab, gempa pasti akan terjadi secara berulang.
"Jadi kalau di masa lalu pernah terjadi (gempa), kemungkinan di masa depan akan terulang. Nah, di Mentawai kondisi itu terpenuhi, di masa lalu pernah terjadi 1797 dan 1833," jelas dia.
Baca juga: Terjawab Sudah Gempa Megathrust di Indonesia Daerah Mana, Cek Kata BMKG Soal Prediksi Kapan Terjadi
Sementara, gempa besar di zona megathrust Selat Sunda pernah terjadi pada 1699 dan 1780 dengan magnitudo 8,6. Kondisi kedua yang bisa dilihat adalah aktivitas kegempaannya yang sepi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-gempa-bumi-pixabay.jpg)