Selasa, 14 April 2026

Berita Paser Terkini

Ikuti HLF MSP di Bali, Pemkab Paser Bakal Perkuat Ekonomi Daerah lewat UMKM 

Ikuti High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership di Bali, Pemkab Paser bakal perkuat ekonomi daerah lewat UMKM.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Paser  
Staf Ahli Bidang Ekonomi Setda Paser, Ina Rosana saat hadir dalam kegiatan High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) 2024 yang berlangsung di Bali Internasional Convention Centre (BICC), Selasa (2/9/2024). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser mengikuti High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnership (HLF MSP) 2024 yang berlangsung di Bali Internasional Convention Centre (BICC), Selasa (2/9/2024).

Kegiatan yang dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi Setda Paser, Ina Rosana mewakili Bupati Paser Fahmi Fadli, ini membahas mengenai percepatan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan pada 2030 mendatang.

Namun hingga pertengahan tahun 2024, SDGs telah mencapai 21 persen sehingga negara-negara selatan juga ingin terlibat lantaran memiliki potensi yang cukup besar.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Setda Paser, Ina Rosana mengatakan, pembicara dari beberapa negara seperti Kongo, Kamboja, Indonesia, serta Spanyol yang mewakili negara utara menyampaikan hambatan dan peluang untuk menyelesaikan masalah percepatan SDGs. 

"Banyak dibahas soal bagaimana menjembatani masalah-masalah yang dihadapi dalam percepatan SDGs," terang Ina.

Baca juga: Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah, Pemkab Paser Apresiasi Event Kideco Run 2024

Dari bahasan tersebut, terdapat 4 hal yang dihasilkan diantaranya rekonstruksi hutang, rantai perdagangan global, pembangunan investasi multilateral yang diarahkan ke negara-negara selatan dan diversifikasi produk. 

Ina juga mengungkapkan bahwa dari kegiatan tersebut juga ada beberapa hal yang dapat diimplementasikan ke daerah.

"Hal yang bisa diimplementasikan ke daerah yaitu penguatan ekonomi di daerah melalui UMKM yang menciptakan ekonomi kreatif itu nantinya. Juga harus membuat pemerintahan yang stabil di daerah, serta meningkatkan sumber daya manusia," ulasnya. 

Baca juga: Lembaga Adat Paser Diharapkan bisa Jadi Mitra Pemkab Paser

Kegiatan yang dilaksanakan hingga 3 September ini, kata Ina diikuti 1.275 peserta dari 26 negara yang terdiri dari 786 perwakilan pemerintah, 102 organisasi internasional dan 7 organisasi non pemerintah. 

Selain itu, juga diikuti 128 sektor swasta, 8 filantropi, 9 lembaga think tank, 56 komunitas akademisi, 9 bank multilateral dan 70 petugas keamanan.

"Dari pertemuan itu, Sekjen PBB memberi apresiasi ke Indonesia karena sudah menjadi contoh yang baik dalam berinovasi, pengolahan bahan mentah menjadi bahan industri, transisi energi, perdagangan karbon dan pengembangan industri kreatif," tutup Ina Rosana. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved