Minggu, 26 April 2026

Berita Kubar Terkini

Besok, Daerah Kutai Barat Kaltim Mati Lampu 8 Jam

Pemadaman dijadwalkan akan berlangsung mulai dari pukul 09.00 Wita hingga 17.00 Wita di Kutai Barat, Kalimantan Timur

|
Penulis: Febriawan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
MATI LAMPU KUBAR - Kondisi PLTD PLN UPL Melak di Kubar. Pihak PLN Terus meningkatkan daya listrik untuk masyarakat Kutai Barat. Kabupaten Kutai Barat, menjadwalkan pemadaman listrik total atau mati lampu selama kurang lebih delapan jam pada Sabtu 7 September 2024. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - PT PLN (persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, Kabupaten Kutai Barat, menjadwalkan pemadaman listrik total atau mati lampu selama kurang lebih delapan jam pada Sabtu 7 September 2024.

Pemadaman dijadwalkan akan berlangsung mulai dari pukul 09.00 Wita hingga 17.00 Wita.

"Itu estimasinya, kalau misalkan bisa selesai lebih cepat. Pemadaman juga tidak sampai pukul 17.00 Wita. Bisa jadi cukup sampai pukul 15.00 Wita," ungkap Dhudhik Arief Hadiyanto, Manajer PT PLN (persero) ULP Melak.

Dia menjelaskan, pemadaman listrik ini dilakukan, karena pemasangan mesin pembangkit tambahan, yang merupakan relokasi dari Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Selain itu, PLN Melak juga akan memasang kabel outgoing 20 kilo volt ke kubikel incoming 20 kV di ULPLTD Sentawar.

Baca juga: YLKN Ajukan Kompensasi ke PLN, Buntut Kaltim Mati Lampu

Disebutkan, daerah yang mengalami pemadaman di sekitaran Melak.

"Sekitar tiga minggu lalu, kami menerima mesin relokasi dari Kalteng yang dikirim ke Melak untuk membantu sistem kelistrikan di sini. Kami perlu menginstalasi mesin tersebut ke dalam sistem, sehingga listrik harus dimatikan dari pangkalan (pembangkit)," kata Dhudik, Jumat (6/9/2024).

Menurut Dhudik, mesin yang didatangkan dari Kalteng ada 5 unit. Dengan masing-masing berkapasitas 1 Megawatt (MW).

Sementara yang akan dipasang berkapasitas 1 Mega Watt. Mesin ini akan segera diinstal untuk menambah pasokan listrik di Kutai Barat.

Disebutkan, beban puncak kebutuhan listrik masyarakat Kubar mencapai 19 MW. Sementara, kapasitas daya mampu yang dimiliki juga 19 MW.

Inilah yang menyebabkan pengurangan beban ke sisi pelanggan masih terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

"Karena kapasitas kita sangat press dengan kebutuhan pelanggan," ungkapnya.

Dhudik menambahkan, nantinya akan ada lima unit mesin relokasi dari Kalteng yang akan dipasang di Kutai Barat dengan total daya 5 MW. 

Untuk pemadaman listrik, lanjutnya, hanya akan dilakukan saat pemasangan mesin pertama pada 7 September 2024. 

"Untuk mesin kedua sampai kelima, pemadaman tidak diperlukan lagi, tinggal kita pasangan saja. Nah mesin pertama ini harus ada pemadaman mengingat dari sisi K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja). Makanya kami menginformasikan hal ini kepada masyarakat lebih awal," jelas Dhudik.

Pekerjaan pemasangan dan instalasi ditargetkan selesai dalam 8 jam, namun bisa lebih cepat jika kondisi lapangan dan cuaca mendukung.

PLN Melak juga bekerja sama dengan PLN UP3 Samarinda dan Indonesia Power UBP Mahakam untuk meningkatkan kualitas layanan kelistrikan di wilayah Kutai Barat.

Baca juga: Sampai Kapan Mati Lampu di Samarinda, Balikpapan, PPU Paser dan Sekitarnya? Ini Penjelasan PLN

Mengingat pertumbuhan pelanggan listrik di Kutai Barat mencapai 17,64 persen, jauh melampaui target PLN Melak yang memperkirakan kenaikan hanya 8 persen pada periode 2023-2024.

Konsumsi listrik di Kutai Barat yang disuplai melalui ULPLTD Sentawar meningkat sekitar 17,64 persen sejak awal 2023.

Ini sebenarnya mencerminkan pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Kutai Barat meningkat.

"Sehingga diperlukan penambahan pembangkit dan instalasi untuk mengatasi defisit daya serta menghadapi peningkatan konsumsi listrik di masa mendatang," paparnya.

PLN berharap tambahan mesin relokasi ini dapat mengurangi defisit daya dan menghindari pemadaman bergilir.

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pemadaman ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved