Kamis, 23 April 2026

Maulid Nabi 2024

Naskah Khutbah Jumat Maulid Nabi 2024, Pelajari Teladan Rasulullah SAW

Perihal Jumat hari ini, tepatnya di hari Jumat tanggal 13 September 2024, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan Sholat Jumat.

Editor: Heriani AM
kemenag.go.id
Perihal Jumat hari ini, tepatnya di hari Jumat tanggal 13 September 2024, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan Sholat Jumat. 

Saat ini kita berada di bulan Rabi'ul Awwal, bulan di mana manusia termulia akhlaknya dilahirkan, yaitu Rasulullah SAW. Maka sebagai umatnya, wajib kiranya kita mengungkapkan syukur yang tak terhingga sebab kelahiran baginda Rasulullah SAW adalah termasuk nikmat yang agung.

Dalam buku berjudul Cahaya karya al Imam al Habib Abu Bakar bin Hasan Al Athas Azzabidi, disebutkan pernah terjadi dialog antara Allah ta'ala dengan Nabiyullah Daud Alaihissalam. Nabi Daud bertanya kepada Allah ta'ala: "Ya Allah, nikmat apakah yang kecil di sisi-Mu?". Allah ta'ala menjawab, "Napas yang kamu hirup sehari-hari adalah nikmat yang kecil di sisi-Ku". (Bayangkan, napas yang kita hirup sehari-hari, yang menjadi oksigen bagi kita, bagi Allah ta'ala adalah nikmat terkecil.) "Lalu nikmat apakah yang paling terbesar di sisi-Mu?" Tanya Nabi Daud lagi. "Diciptakannya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam" jawab Allah ta'ala.

Tak heran, jika dalam hadits Qudsi dikatakan:

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك

Artinya: "Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini".

Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah...

Diantara cara mensyukuri atas hadirnya Rasulullah SAW di muka bumi ini, sebagaimana termaktub dalam al-Qur'an adalah dengan cara bergembira. Allah ta'ala berfirman:

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

Artinya: "Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmatNya itu adalah lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan". (Yunus: 58)

Lalu apakah yang dimaksud dengan rahmat dalam ayat ini? Apakah bentuk rahmat itu? Abdullah Ibnu Abbas menafsirkan ayat tersebut dengan cukup jelas:

وأحرج أبو الشيخ عن ابن عباس فى الأية قال: فضل الله العلم ورحمته محمد صلى الله عليه وسلم : قال الله (وما أرسلنك إلا رحمة للعالمين)

Artinya: Bahwa yang dimaksudkan dengan karunia Allah SWT sekaligus ilmu dan rahmat-Nya adalah Nabi Muhammad SAW. Allah SWT telah berfirman (Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam) (al-Anbiya: 107)

Baca juga: Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW Lengkap dengan Amalan yang Dapat Dikerjakan

Maka menjadi jelas bahwa Rasulullah SAW memang diciptakan oleh Allah sebagai rahmat bagi alam jagad raya. Maka kalimat selanjutnya dalam Surat Yunus di atas yang berbunyi 'hendaklah mereka bergembira' secara otomatis memerintahkan kepada umat muslim menyambut gembira atas rahmat tersebut.

Demikian pentingnya merasa bergembira menyambut kelahiran Rasulullah SAW sehingga Imam Imam al-Suyuthi (849-910 H/ 1445-1505 M) dalam Husnul Maqshad fi Amalil Maulid memberikan petunjuk cara merayakan maulid nabi yang benar:

أنَّ أصْلَ عَمَلِ الْمَوْلدِ الَّذِى هُوَ اِجْتِمَاعُ النَّاسِ وَقِرَاءَةُ مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ. وَرِواَيَةُ الأخْبَارِ الوَارِدَة فِى مَبْدَءِ أمْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا وَقَعَ فِى مَوْلِدِهِ مِنَ الآيَاتِ ثُمَّ يَمُدُّ لَهُمْ سِمَاطٌ يَأكُلُوْنَهُ وَيَنْصَرِفُوْنَ مِنْ غَيْرِ زِيَادَةٍ عَلَى ذَلِكَ مِنَ الْبِدَعِ الْحَسَنَةِ الَّتِى يُثَابُ عَلَيْهَا صَاحِبُهَا لِمَا فِيْهِ مِنْ تَعْظِيْمِ قَدْرِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاِظْهَارِ الْفَرَحِ وَالاِسْتِبْشَارِ بِمَوْلِدِهِ الشَّرِيْفِ.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved