Berita Kukar Terkini
6 Alat Berat Tenggelam di Muara Pegah Kukar Belum Dievakuasi, Beri Dampak Bagi Kapal yang Melintas
Tujuh bulan berlalu, 6 alat berat yang tenggelam di Muara Pegah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur rupanya belum juga dievakuasi.
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tujuh bulan berlalu, 6 alat berat yang tenggelam di Muara Pegah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur rupanya belum juga dievakuasi.
Akibatnya, keberadaan alat berat yang tenggelam pada Rabu, 14 Januari 2024 ini menimbulkan masalah baru yakni menimbulkan kebocoran kapal lain yang melintas di perairan tersebut.
Kali ini KM Fuyo 18 jenis vessel yang melintas alur tersebut mengalami insiden pada Selasa 10 September 2024 pekan lalu.
Kapal motor dengan 17 anak buah kapal (ABK) itu mengalami kerusakan di lambung kiri kapal akibat diduga menabrak alat berat yang belum dievakuasi tersebut.
Baca juga: Tak Ada Korban Jiwa, Kapal Karam di Mambes Mahulu Berhasil Diamankan
Kejadian itu sempat diabadikan oleh salah satu crew kapal dan tersebar di dunia media sosial.
Kepala Bidang Keselamatan Berlayar Patroli dan Penjagaan Kesyabandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda Capt. Yudi Kusmianto menjelaskan pihaknya menerima laporan pada Selasa pekan lalu pukul 18.40 Wita.
"Kalau kejadiannya 10 menit sebelumnya," jelasnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (17/9/2024).
Ia menjelaskan KM Fuyo 18 itu menghantam bangkai alat berat yang karam sejak Januari 2024 itu dan hingga hari ini belum dapat dievakuasi.
"Di kapal tersebut (KM Fuso 18) sejatinya ada pandu yang ada di kapal. Dan kami sudah menentukan langkah yang akan diambil," jelasnya.
Pihaknya sudah membuat notice to marine yang disiarkan ke seluruh kapal yang lewat, termasuk ke bagian navigasi.
Capt. Yudi menjelaskan KM Fuyo bertolak dari Jetty ITP tanpa muatan dengan tujuan ke daerah Tarjun, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Kapolsek Muara Pahu Bantah Ada Kapal Karam di Perairan Tepian Ulaq Kutai Barat
Karamnya kapal motor tersebut diketahui terjadi di antara buoy 3 dan 5. "Kawasan itu memang wajib dilakukan pemanduan oleh pandu yang berada di bawah kendali Pelindo IV karena alurnya sempit," tegasnya.
Pihaknya telah memastikan titik kejadian sudah dipasang buoy khusus pasca kejadian karamnya alat berat muatan LCT Karya Fortuna itu agar kapal tak mendekat.
Saat kejadian pihaknya memastikan kondisi cuaca tergolong aman untuk dilintasi. "Padahal kalau malam itu ada penandanya, lampu kelap-kelip," tegasnya.
Capt. Yudi menyebut, adanya alat berat yang karam di antara buoy 3 dan 5 menambah sempitnya alur di perairan tersebut.
"Oh memang sempit, kalau di bagian tengah memang dalam, tapi semakin ke tepi jadi lebih dangkal," ungkapnya.
Pihaknya juga sudah menyurati perusahaan yang menaungi LCT Karya Fortuna sebanyak tiga kali.
Hal itu agar perusahaan segera mengangkat alat berat tersebut. Dia tak menampik bahwa proses pengangkatan alat berat yang karam sudah cukup lama dilakukan.
"Memang perlu biaya besar. Karena untuk mengangkat sejumlah alat berat itu cukup memerlukan banyak peralatan penunjang," bebernya.
Baca juga: KSOP Samarinda Periksa ABK dan Pandu Terkait Insiden Tubrukan Kapal Kargo di Buoy 8 Muara Pegah
Sementara untuk KM Fuyo 18, pihaknya berencana melakukan pemeriksaan terhadap pandu maupun nakhoda kapal tersebut.
"Kami jadwalkan secepatnya lah, untuk bisa diperiksa dan diambil keterangannya," pungkasnya. (*)
Kukar Tuan Rumah Harganas ke-32 Kaltim, Ada Gelar Dagang hingga Bedah Rumah |
![]() |
---|
Gerakan Pangan Murah di Tenggarong, LPG 3 Kg hingga Bawang Subsidi Ludes Diserbu Warga |
![]() |
---|
Pemkab Kukar Berkolaborasi dengan Kejari Gelar Gerakan Pangan Murah, Disambut Antusias Warga |
![]() |
---|
Dana Transfer ke Daerah di Pangkas, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Akan Prioritaskan 3 Sektor |
![]() |
---|
Malam Puncak Lanjong Art Festival 2025 di Tenggarong Tampilkan Kolaborasi Seniman Lintas Negara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.