Pilkada Jabar 2024
Survei Pilkada Jabar 2024 Terbaru September, Elektabilitas Dedi Mulyadi Meroket Terus
Pilkada Jabar 2024 akan diikuti empat bakal pasangan calon (Bapaslon), simak hasil survei terbarunya berikut ini.
Di provinsi lainnya, misalnya kepuasan terhadap kinerja Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berada pada angka 73,2persen di Banten, 72,3persen di Jawa Barat, 79,2persen di Jawa Timur dan 77,9persen di Sumatera Utara.
Baca juga: 5 Hasil Survei Pilkada Sumut 2024, Duel Elektabilitas dan Popularitas Edy Rahmayadi dan Bobby Ketat
Sementara itu, ketidakpuasan tertinggi berada di Jakarta sebesar 27,6 persen ketidakpuasan terendah berada di Sumatera Utara sebesar 15,9persen.
Katadata Telco Survey di enam provinsi dilakukan melalui survei telepon dengan menggunakan platform data collection tSurvey yang mampu menjangkau responden secara akurat dengan memanfaatkan kapabilitas telco data insight Telkomsel.
Survei dilakukan pada tanggal 4-9 September 2024.
Populasi survei adalah penduduk di enam provinsi yang memiliki hak pilih dan memiliki nomor handphone Telkomsel (populasi tSurvey).
Responden survei ini berjumlah 800 responden dengan margin of error +/-3.5persen pada tingkat kepercayaan 95persen di setiap provinsi. (*)
Survei Pilkada Jabar 2024 Lainnya
Masih di bulan September 2024, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network Denny JA merilis hasil survei terbaru jelang Pilkada Jabar 2024.
Survei LSI Denny JA ini digelar 3 hingga 7 September 2024.
Peneliti LSI Denny JA, Muhammad Khatib menyebutkan menyebutkan bahwa 90,5 persen masyarakat Purwakarta memilih Dedi Mulyadi untuk menjadi Gubernur, Jawa Barat.
Ia mengatakan, hal itu diketahui setelah LSI Denny JA melakukan survei terhadap 400 orang secara acak.
Dirinya menilai bahwa Dedi Mulyadi merupakan sosok legendaris di Purwakarta.
Diketahui, Dedi Mulyadi pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode
"Karena itu wajar, jika elektabilitas Dedi Mulyadi sebagai calon gubernur Jawa Barat di Purwakarta sangat fenomenal, yaitu 90,5 persen.
Sementara, tiga pasangan lainnya masih dibawah 10 persen," kata Khatib saat konfrensi pers di Prime Plaza Hotel Purwakarta, Rabu (11/9/2024).
Sedangkan untuk tiga calon gubernur lainnya sudah mendaftarkan diri ke KPU Jawa Barat, ia mengatakan, Ahmad Syaikhu memperoleh 5,5 persen, Acep Adang Ruhiat memperoleh 1,1 persen, Jeje Wiradinata 0,5 persen dan swing voter mencapai 2,4 persen.
"Kami melakukan pertanyaan kepada warga Purwakarta dengan pertanyaannya, apabila pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di laksanakan hari ini, maka masyarakat memilih siapa, dan hasilnya Dedi Mulyadi unggul," katanya.
Sementara untuk calon wakil gubernur yang paling didukung oleh masyarakat, Khatib menyebutkan bahwa Ilham Akbar Habibie dengan perolehan suara 26,60 persen.
Posisi kedua ditempati oleh Erwan Setiawan 19,100 persen, kemudian Gitalis Dwi Natarina memperoleh 11,80 persen dan Ronal Surapradja memperoleh 5,70 persen serta swing voter cukup tinggi dengan 36,8 persen.
Meski demikian, ia menilai bahwa bila memasuki masa tahapan kampanye, maka kemungkinan lainnya bisa saja terjadi.
"Hasil ini dimungkinkan berubah baik saat ini, ketika tahapan kampanye maupun sesaat sebelum pencoblosan.
Dan kita ketahui money politic masih cukup rentan mengubah hasil survei ini karena masyarakat menganggap wajar adanya praktik tersebut," ujar Khatib.
Indikator Politik Indonesia
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan, berdasarkan simulasi empat pasangan calon, Dedi-Erwan mendapatkan elektabilitas paling tinggi sebesar 77,81 persen, disusul Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie sebanyak 10,98 persen.
"Ahmad Syaikhu-Ilham Habibie 10,98 persen, hampir 11 persen, nama yang lain berimbang antara Acep-Gitalis dan Jeje-Ronald 2,24 persen dan yang tidak jawab/tidak tahu 6,73 persen," ujar Burhanuddin, dalam rilis survei virtual, Kamis (12/9/2024).
Menurutnya, dalam survei tersebut rata-rata responden memilih pasangan calon berdasarkan beberapa poin, seperti memiliki perhatian terhadap rakyat, popularitas hingga rekam jejak di pemerintahan.
"Orangnya perhatian pada rakyat 42,6 persen, belum tahu nama/calon lain 16,1 persen, berpengalaman di pemerintahan 10,4 persen dan sudah ada bukti nyata hasil kerjanya 6,6 persen," katanya.
"Empat dari 10 orang Jawa Barat itu memilih calon gubernur karena faktor orangnya perhatian sama rakyat.
Tapi ada pemilih memilih calon yang ada itu karena faktor belum tahu nama yang lain, karena tingkat kedikenalan tidak berimbang," tambahnya.
Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan memiliki elektabilitas paling tinggi untuk Pilkada Jabar 2024, dalam survei Indikator Politik Indonesia.
Indikator Politik Indonesia melakukan survei pada 2-8 September 2024 menggunakan metode simple random sampling dengan toleransi kesalahan atau margin of error +- 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei tersebut melibatkan basis 1.200 orang dari seluruh Provinsi Jabar.
Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka.
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240918_survei-Pilkada-Jabar-2024_Anies_PKS_Ahmad-Syaikhu_Dedi-Mulyadi_Acep_Jeje.jpg)