Fenomena Alam
Bumi Bakal Punya 2 Bulan Selama 53 Hari, Mulai 29 September, Ini Penjelasan BRIN
Bumi bakal punya dua Bulan selama 53 hari, mulai 29 September 2024, simak penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
TRIBUNKALTIM.CO - Bumi bakal punya dua Bulan selama 53 hari, mulai 29 September 2024, simak penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Fenomena alam kembali akan terjadi dalam waktu dekat ini.
Bumi disebut-sebut akan mendapat tambahan 'Bulan' baru.
Namun Bulan baru ini tidak bisa diamati dengan mata telanjang.
Bumi akan memiliki Bulan tambahan baru yang memiliki umur singkat sebagai "satelit alami" Bumi.
Baca juga: Detik-detik Menangkap Keajaiban Alam, Fotografer Abadikan Supermoon dan Gerhana Bulan
Bulan baru itu akan mengelilingi Bumi selama 53 hari, tepatnya pada 29 September hingga 25 November 2024 mendatang.
Dikutip dari LiveScience, Senin (16/9/2024), Bulan baru yang akan mengelilingi Bumi adalah Asteroid PT5 2024 dengan ukuran sekitar 33 kaki atau 10 meter.
Asteroid ini ditemukan oleh Asteroid Terrestrial-Impact Last Alert System (ATLAS) pada 7 Agustus 2024 lalu.
PT5 2024 ini tidak akan menabrak Bumi, namun hanya terbang dekat dengan Bumi dan pada akhirnya akan meninggalkan orbit untuk menjelajah ruang angkasa.
Seperti diketahui, Bulan yang sudah lama mengorbit mengelilingi Bumi, mempunyai banyak dampak bagi Bumi.
Dilansir dari Space (23/5/2023), gravitasi Bulan dapat menyebabkan pasang surut air laut.
Pasang surut itu juga terjadi di danau dan dalam kerak Bumi.
Air pasang akan terjadi pada permukaan Bumi paling dekat dengan Bulan dan berlaku sebaliknya.
Gravitasi Bulan juga dapat memperlambat rotasi Bumi, efek yang dikenal sebagai pengereman pasang surut.
Lantas, adakah dampak Bulan tambahan tersebut?
Baca juga: Terjawab Kapan Gerhana Bulan Terjadi 2024, Cek Juga Apa Itu Supermoon di Malam Hari ini dan Dampak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231028_dzikir-gerhana-bulan_doa-gerhana-bulan_gerhana-bulan-2023.jpg)