Fenomena Alam
Bumi Bakal Punya 2 Bulan Selama 53 Hari, Mulai 29 September, Ini Penjelasan BRIN
Bumi bakal punya dua Bulan selama 53 hari, mulai 29 September 2024, simak penjelasan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Penjelasan BRIN
Profesor riset astronomi dan astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin membenarkan bahwa akan ada dua Bulan pada 29 September-25 November 2024.
“Karena mengorbit Bumi mirip Bulan, Asteroid itu disebut ‘Bulan kedua’ atau ‘Bulan mini’,” ucap Thomas saat dihubungi Kompas.com, Jumat (20/9/2024).
Meski demikian, Thomas memastikan bahwa Asteroid PT5 2024 tidak akan memberikan dampak tambahan bagi Bumi.
Hal tersebut dikarenakan ukuran Asteroid ini sangat kecil dan daya gravitasinya terlalu rendah.
"Ukurannya hanya sekitar 10 meter, jadi tidak berdampak apapun," ujar Thomas.
Selain itu, Thomas juga menekankan bahwa Asteroid yang disebut sebagai Bulan baru untuk Bumi ini juga tidak bisa diamati dengan mata telanjang.
Bahkan, Bulan baru yang akan mengitari Bumi ini akan sulit dideteksi oleh teleskop karena cahayanya terlalu redup.
“Itu Asteroid yang tertangkap gravitasi Bumi. Sifatnya sementara, mengorbit Bumi hanya sekitar 2 Bulan,” pungkas dia.
Baca juga: Live Gerhana Matahari Total Dimulai, Detik-detik Permukaan Matahari Bakal Tertutupi Bulan
Bagaimana Asteroid bisa jadi Bulan baru bagi Bumi?
Dikutip dari Phys.org, Jumat (13/9/2024), dua ilmuwan asal Universitas Complutense de Madrid Ciudad Universitaria, Spanyol bernama Carlos de la Fuente Marcos dan Raul de la Fuente Marcos menjelaskan bagaimana Bumi cenderung menangkap Asteroid secara teratur.
Keduanya juga menguraikan perhitungan mereka yang menunjukkan jalur PT5 2024 saat mendekati Bumi.
Dengan memperhatikan ukuran, kecepatan, dan jalurnya saat ini, Carlos dan Raul dapat menghitung jalur PT5 2024 selama beberapa waktu ke depan.
Mereka menemukan bahwa Asteroid itu akan cukup dekat dengan Bumi sehingga terikat oleh gravitasinya, meskipun hanya selama beberapa Bulan.
Dengan mencatat lintasannya, ilmuwan memperkirakan Asteroid PT5 2024 kemungkinan besar itu berasal dari sabuk Asteroid Arjuna.
Diketahui, sabuk Asteroid terdiri dari banyak Asteroid dengan orbit mengelilingi Matahari yang mirip dengan Bumi.
Mereka mengemukakan, Asteroid PT5 2024 tidak mungkin merupakan sampah antariksa karena lintasannya mirip dengan objek lain yang berasal dari alam. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20231028_dzikir-gerhana-bulan_doa-gerhana-bulan_gerhana-bulan-2023.jpg)