Rabu, 29 April 2026

Berita PPU Terkini

Tahanan Polres PPU Kabur, Pesan Berantai di Grup WhatsAppp Minta Warga Waspada, Polisi Bungkam?

Tahanan Polres PPU kabur. Pesan berantai di grup WhatsAppp minta warga waspada. Polisi masih bungkam.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Kolase foto para tahanan Polres PPU yang dilaporkan melarikan diri saat sedang solat maghrib, Sabtu (21/9/2024).Tahanan Polres PPU kabur. Pesan berantai di grup WhatsAppp minta warga waspada. Polisi masih bungkam. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Ramai beredar kabar bahwa tahanan Polres Penajam Paser Utara (PPU) melarikan diri.

Dari pesan berantai atau broadcast ke sejumlah grup perumahan yang ada di PPU, disampaikan bahwa tahanan yang kabur sebanyak tujuh orang. Empat diantaranya sudah diamankan pihak kepolisian dan tiga lainnya masih dalam pengejaran.

Dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Wakapolres PPU Bambang Hardiyanto enggan berkomentar.

Raut wajahnya pun berubah dari yang antusias menjawab pertanyaan wartawan terkait pengamanan Pilkada, menjadi acuh dan langsung bergegas pergi.

“Kalau soal itu, saya no komen,” ucap Wakapolres Senin (23/9/2024).

Baca juga: Inilah Hasil Pengundian Nomor Urut 4 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada PPU 2024

Tak hanya Wakapolres, Kapolres PPU AKBP Supriyanto yang bisanya responsif terhadap pesan atau telpon dari awak media, kali ini mengabaikan.

Sejak berita ini ramai pada Minggu kemarin, Kapolres tak menjawab pesan, tetapi tetap memposting ucapan selamat Hari Maritim di status Whatsappnya.

Ia juga tak terlihat pada beberapa acara yang biasanya dihadiri, salah satunya pada tahapan pengambilan nomor urut Paslon Pilkada di PPU.

Berita yang beredar ramai di tengah-tengah masyarakat ini, membuat kekhawatiran tersendiri.

Baca juga: Satu Persatu Paslon Pilkada Tiba di KPU PPU untuk Pengundian Nomor Urut 

Pasalnya, ada yang mengatakan bahwa tanah tersebut melarikan diri dan bersembunyi di salah satu perumahan yang ada di Kelurahan Nipah-nipah, tidak jauh dari lokasi Polres.

Salah satu warga Nipah-nipah Ayu mengatakan bahwa, di grup whatsapp miliknya bahwa sudah diminta waspada, dan tidak sembarang membuka pintu apabila ada yang mengetuk terutama saat malam hari.

“Itu di grup ramai, jangan ada yang buka pintu bilang kalau ada yang ketuk malam-malam,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, tak ada informasi apapun dari pihak kepolisian mengenai perkembangan kasusnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved