Berita Samarinda Terkini
Sejak 2 Januari 2024 Dishub Samarinda Berlakukan Uji KIR 0 Rupiah, Wajib Dilakukan per 6 Bulan
Uji ini bertujuan untuk menjaga keselamatan di jalan raya dengan memastikan setiap komponen kendaraan berfungsi dengan baik
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Uji KIR merupakan proses yang sangat penting dalam memastikan kelayakan teknis kendaraan bermotor.
Uji ini bertujuan untuk menjaga keselamatan di jalan raya dengan memastikan setiap komponen kendaraan berfungsi dengan baik.
Pemeriksaan teknis yang dilakukan secara berkala ini dapat mencegah kecelakaan fatal yang berpotensi merenggut nyawa. Dengan kelayakan kendaraan yang terjamin, risiko kecelakaan di jalan raya dapat ditekan seminimal mungkin.
Redy Harie Sanjaya, Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menekankan pentingnya uji KIR yang wajib dilakukan setiap enam bulan sekali.
Baca juga: Dishub Samarinda Sebut Ada 1.900 Kendaraan Tidak Layak Jalan, Imbau Lakukan Uji KIR Berkala
Berbeda dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang berlaku selama lima tahun, uji KIR memiliki jadwal yang lebih ketat.
"Dan memang sejak 2 Januari 2024, sudah diterapkan kebijakan bebas biaya retribusi untuk uji KIR, alias 0 rupiah," ujarnya (26/9).
Redy menyampaikan bahwa sejak pemberlakuan kebijakan bebas biaya retribusi tersebut, terjadi fluktuasi dalam jumlah kendaraan yang menjalani uji KIR. Namun diakuinya, pada periode Januari hingga Juli, terdapat penurunan sebesar 16 persen.
"Asumsi kami, pertama bahwa kendaraan tidak berada di daerah Samarinda. Asumsi lain mungkin saja pada Januari juga masih masa sosialisasi, tergolong kebijakan baru," sebut Redy.
Namun, ketika memasuki periode Februari hingga Agustus, justru terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang menjalani uji KIR.
"Dan penurunan hanya 3 persen, dan kami berasumsi 3 persen ini merupakan kendaraan yang terdaftar di luar Samarinda. Bisa disimpulkan menurut data kita setelah terjadinya aturan tentang free subsidi terjadi kenaikan trennya," tambahnya.
Terkait dengan uji KIR sendiri meliputi lima jenis kendaraan, yaitu mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan. Atas hal ini, Redy juga mengimbau bagi pengendara yang belum melakukan uji KIR berkala, agar segera melaksanakannya.
"Mayoritas kendaraan yang menjalani uji KIR di Samarinda merupakan kendaraan jenis mobil barang, termasuk truk, bak terbuka, double cabin, dan lainnya," pungkasnya.(*)
| Pemkot Samarinda Uji Sistem WFH ASN, Dikembangkan Cepat dalam 2 Minggu |
|
|---|
| Tutup Celah Pelanggaran WFH, Walikota Samarinda Ajak Masyarakat Turut Awasi Disiplin ASN |
|
|---|
| Isi APBD Kaltim Dibongkar dalam Dialog Publik Bersama, Anggota DPRD: Uang Rakyat Kok Dirahasiakan |
|
|---|
| Irigasi Rusak Puluhan Tahun, Petani Betapus Samarinda Hanya Panen 4–5 Ton |
|
|---|
| WFH di Samarinda Hemat hingga Rp 70 Juta, Dishub: Pegawai Wajib tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Jumat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240106_Dishub-Samarinda-saat-melakukan-pengecekan-uji-KIR.jpg)