Minggu, 3 Mei 2026

Amalan dan Doa

Shalat Hajat Dilakukan Kapan? Lengkap Niat, Tata Cara, dan Doanya

sholat Hajat dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
kemenag.go.id
Terjawab Shalat Hajat dilakukan Kapan. Simak juga niat, tata cara, dan doanya. 

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, Prof Dr Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu dan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Mazhab mencantumkan pembahasannya.

Sementara itu, Syaikh Musthofa Al Bugho dalam Fiqih Manhaji tidak mencantumkan pembahasan sholat Hajat.

Kitab-kitab hadits seperti Shahih at Targhib wat Tarhib karya Syaikh Nasiruddin Al Albani dan Al Adzkar karya Imam Nawawi juga membahas sholat Hajat.

Bahkan, menjadikannya bab tersendiri.

Sholat Hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan minimal 2 rakaat dengan maksimal 12 rakaat.

Sholat Hajat bisa dikerjakan sekali. 

Baca juga: Doa Nabi Yusuf yang Cocok Dibaca pada Hari Jumat untuk Menjemput Keberkahan dan Kelimpahan

Namun,sangat disarankan menjalankan dan membaca doa sholat Hajat sebanyak 7 malam berturut-turut hingga Hajat atau keinginan yang diharapkan dikabulkan Allah SWT.

Niat sholat Hajat berbeda dengan niat sholat lainnya.

Keistimewaan dari mengerjakan ibadah sholat Hajat, seperti sebagai salah satu cara untuk memohon pertolongan, meningkatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tata Cara Sholat Hajat

Mengenai jumlah raka’at sholat Hajat ini mendapat penjelasan dari Al-Ghazali yang ditulis dalam kitabnya yang berjudul Ihya Ulumuddin. 

Al-Ghazali menjelaskan, bahwa sholat Hajat dapat dikerjakan sebanyak 2 raka’at sampai 12 raka’at.

Selain itu, waktu pelaksanaan sholat Hajat ini akan lebih afdol jika dilakukan saat malam hari, terutama di sepertiga malam seperti halnya sholat Tahajud.

Meski demikian, sebenarnya pelaksanaan sholat Hajat ini bisa dikerjakan sepanjang waktu, tetapi ada waktu terlarang untuk mengerjakan sholat ini. 

Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Penyakit Ain, Mulai dari Penyebab, Dampak Hingga Cara Mengatasinya

Waktu terlarang yang dimaksud, yaitu:

• Dari waktunya sholat Subuh sampai terbit matahari
• Dari terbitnya matahari hingga matahari itu meninggi (sekitar 15 menit setelah terbitnya 1fj matahari).
• Ketika matahari di tengah/di atas kepala, yaitu tidak condong ke barat maupun ke timur, dan sampai matahari tergelincir ke barat.
• Dari waktunya sholat Ashar sampai matahari tenggelam
• Dari matahari tenggelam sampai benar-benar tenggelam sempurna.
(Dinukil dari Al-‘Allamfii Syarh Bulugh Al-Maram Hal. 205)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved